
Tingkatkan Kualitas Layanan Pendidikan, UIN Antasari Gelar Audit Eksternal Sertifikasi ISO
BANJARMASIN – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjamin kualitas layanan bagi mahasiswa dan masyarakat luas, Universitas Islam Negeri Antasari melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), kembali melaksanakan tahapan penting berupa Audit Stage II Sertifikasi Internasional.
Kegiatan yang bertujuan untuk meraih Sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu dan ISO 21001:2025 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan ini, resmi dibuka Senin (26/10/2026), di Aula Zafry Zamzam, Kampus 1.
Audit eksternal ini dijadwalkan berlangsung tiga hari, hingga 28 Oktober, melibatkan dua auditor, yakni Prof. Dr. Helmi Syaifuddin, M.Fil., CRMP. (selaku Ketua Tim Audit) dan M. Rahardian Firmansyah, S.T., M.A.B.
Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. yang membuka acara secara langsung menegaskan, bahwa langkah ini adalah bukti keseriusan institusi untuk memberikan pelayanan publik yang tak hanya berstandar nasional, tetapi juga internasional.
“Ini adalah komitmen nyata kita bersama sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, untuk melahirkan generasi muda yang unggul, baik secara intelektual maupun spiritual. Peningkatan mutu ini tidak boleh stagnan, melainkan harus berkelanjutan. Kita ingin memastikan sistem manajemen yang kita jalankan benar-benar memenuhi standar global, transparan, dan akuntabel,” tegas Rektor dalam sambutannya.

Dirinya juga mengimbau seluruh jajaran di 19 unit kerja, fakultas, hingga pascasarjana yang menjadi sasaran audit agar menyajikan data yang valid, jujur, dan transparan selama proses asesmen berlangsung.
Sementara itu, Koordinator Pusat Manajemen Akreditasi dan Sertifikasi LPM Yusuf Asyahri, M.E. dalam laporannya menjelaskan, bahwa sertifikasi ISO bukan sekadar administratif, melainkan pembuktian bahwa tata kelola universitas berjalan dengan terukur.
“Sertifikasi ISO memastikan seluruh proses layanan akademik dan non-akademik berjalan sesuai standar. Manfaat utamanya sangat jelas, mahasiswa berhak memperoleh layanan yang cepat dan terukur, kepemimpinan memiliki basis data untuk mengambil keputusan, dan bagi mitra serta masyarakat, ini memberikan keyakinan atas akuntabilitas mutu UIN Antasari,” papar Yusuf.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Helmi mengapresiasi kesiapan UIN Antasari. Dirinya menekankan bahwa kehadiran tim auditor bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai mitra strategis institusi.
“Tujuan kami ada empat: mencocokkan kesesuaian sistem manajemen dengan persyaratan ISO klausul 4 hingga 10, mengevaluasi kepatuhan pada regulasi, mengukur efektivitas pencapaian sasaran mutu, serta mengidentifikasi potensi-potensi yang bisa terus ditingkatkan oleh kampus ke depannya,” jelasnya.
Usai pembukaan, proses audit langsung dilaksanakan secara paralel oleh kedua auditor yang menyebar ke berbagai unit kerja, lembaga, biro, fakultas, hingga program pascasarjana yang berada di lingkungan Kampus 1 dan Kampus 2 di Banjarbaru.
(Reporter/Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd.)






