
Hadapi Tantangan Era Digital dan Ancaman Narkoba, Rektor UIN Antasari Paparkan Strategi Pembinaan Karakter Mahasiswa di Forum Kamtibmas Polda Kalsel
BANJARMASIN – Rektor Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, melalui penguatan karakter generasi muda serta kolaborasi pengabdian masyarakat bersama kepolisian.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Silaturahmi Kamtibmas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, digelar di Banjarmasin, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Sinergitas Kepolisian Daerah Kalsel dan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta Guna Mendukung Pendidikan Unggul dalam Rangka Menciptakan Situasi Kamtibmas yang Kondusif“.
Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh moderator alumnus IAIN Antasari Rini Dwi Masmuda, S.Sos.I., Rektor menyampaikan bahwa menjaga kondusivitas wilayah merupakan tanggung jawab bersama, antara pendidik di perguruan tinggi dan jajaran kepolisian, terlebih dalam menghadapi tantangan generasi muda yang kian kompleks di era digital.
Menurutnya, terdapat tiga fokus utama yang perlu disikapi bersama dalam membina mahasiswa saat ini, yakni penguatan literasi digital, pencegahan ancaman narkoba serta paham kekerasan, dan pengelolaan kebebasan berpendapat di muka umum.
“Generasi muda sekarang ini tentu semakin kompleks tantangannya dan dipengaruhi oleh dunia digital yang arusnya begitu cepat. Agar mereka tidak mudah terprovokasi, perlu sekali adanya literasi digital, sehingga kecakapan berpikir kritis mereka terbangun, dan mereka dapat menggunakan teknologi serta media secara bertanggung jawab,” ujar Prof. Nida.
Lebih lanjut, dirinya memaparkan bahwa sikap kritis mahasiswa merupakan bagian penting dari kekuatan moral, intelektual bangsa, sekaligus modal persatuan yang harus diarahkan melalui langkah-langkah preventif sejak dini.
Di UIN Antasari, pembinaan karakter telah diterapkan secara terstruktur sejak mahasiswa baru menginjak semester pertama melalui program wajib asrama.
“Selama tiga hingga empat bulan. Di dalamnya, mereka kami bimbing bagaimana memiliki adab dan karakter yang baik, menentukan target masa depan, komitmen lulus tepat waktu, hingga pendampingan akademik,” jelas Rektor.
Selain pembinaan di asrama, UIN Antasari juga telah menjalin kerja sama erat dengan pihak kepolisian dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan, dengan menghadirkan narasumber dari kepolisian, serta melaksanakan tes urine saat seleksi mahasiswa baru guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Nida turut menawarkan terobosan kolaborasi berupa penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ke wilayah atau desa binaan kepolisian.
“Setelah menyelesaikan teori di kampus, mahasiswa wajib terjun membantu masyarakat, selaras dengan visi kampus yang Unggul, Berakhlak, dan Berdampak, sehingga memberikan manfaat nyata bagi manusia dan lingkungan, dengan tetap menempatkan keutuhan bangsa sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Sambutan Positif Kapolda Kalsel dan Dukungan Forkopimda
Gagasan dan tawaran kolaborasi dari Rektor tersebut langsung disambut hangat oleh Kapolda Irjenpol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H.
Dirinya mengakui bahwa pendekatan terhadap generasi milenial dan generasi Z membutuhkan inovasi komunikasi serta kolaborasi lintas sektor, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga tokoh agama dan masyarakat, mengingat tingginya kerentanan generasi muda terhadap provokasi siber, judi online, paham kekerasan, hingga peredaran narkoba.
Menanggapi tawaran KKN dari Rektor, Kapolda Kalsel membuka peluang kerja sama di sejumlah lokasi prioritas, baik pada program Kampung Anti-Narkoba.
“Seperti di Banjarmasin dan Hulu Sungai Tengah. Selain itu, ada juga wilayah binaan ketahanan pangan pengembangan sentra jagung di Kabupaten Tanah Laut,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam sambutan pembuka, Irjenpol Dr. Rosyanto menekankan, bahwa kamtibmas adalah fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kualitas pendidikan di tengah ketidakpastian situasi global maupun tantangan daerah seperti kebakaran hutan dan lahan.
Senada, Gubernur H. Muhidin, S.H., S.E., M.M. mengapresiasi inisiatif Polda dalam mempertemukan jajaran Forkopimda, dengan para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kalsel.
Dirinya berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, rektor, dosen, dan mahasiswa dapat terus diperkuat, baik dalam mengawal penyampaian aspirasi secara kondusif, maupun dalam penanggulangan bencana di Banua.
(Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd.)






