
Gandeng Komisi VIII DPR RI, FTK UIN Antasari Tingkatkan Kemampuan Wicara Publik dan Penjenamaan Pribadi Civitas Academica
BANJARMASIN – Divisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari, bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, sukses menyelenggarakan Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Islam.
Kegiatan yang mengusung tema ”Public Speaking and Personal Branding bagi Civitas Academica di Era Digital” ini, dilangsungkan di Gedung KAHMI Center Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Seminar edukatif ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi), yakni sebuah forum diskusi dan dialog terbuka yang digagas Kemenag RI, menggandeng Komisi VIII serta berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Ketua Panitia Pelaksana Dra. Raihanatul Janah, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut.
“Kami berharap di masa mendatang, kegiatan peningkatan mutu pendidikan Islam di Kalsel akan terus berlanjut,” ungkapnya.

Relevansi tema yang diusung juga ditekankan oleh Dekan Dr. H. Hamdan, M.Pd. Menurutnya, keterampilan berbicara di depan umum dan membangun citra diri adalah keharusan di era modern.
“Tema ini tepat sekali dengan kondisi sekarang. Kita tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Keterampilan ini harus dimiliki agar setiap mahasiswa tahu bagaimana berbicara di depan umum, serta memiliki trademark atau keunggulan yang membedakan dirinya dengan orang lain di era yang penuh tantangan ini,” jelas Dekan.

Kegiatan seminar ini dibuka resmi Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor mengingatkan bahwa kedua keterampilan non-teknis tersebut memiliki makna yang mendalam.
“Public Speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan banyak orang. Lebih dari itu, ia adalah kemampuan menyampaikan ide secara jelas, meyakinkan, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
“Sementara itu, personal branding adalah bagaimana seseorang menunjukkan kompetensi, karakter, integritas, dan nilai-nilai positif yang menjadi identitas dirinya,” tambah Prof. Nida.

Anggota Komisi VIII asal Kalsel, H. Sandi Fitrian Noor, S.T., M.M., yang hadir sebagai pembicara utama, memandang kegiatan semacam ini sebagai investasi jangka panjang.
“Sebagai Anggota Komisi VIII, saya memandang bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan bagian penting dari upaya membangun bangsa yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Lebih lanjut Sandi memaparkan, bahwa saat ini dibutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan.
“Tetapi juga percaya diri, mampu berkomunikasi, memiliki karakter yang kuat dan bijak memanfaatkan teknologi digital,” pesannya.
Sesi pemaparan materi berlangsung dengan sangat interaktif, dimoderatori Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Laila Rahmawati, S.Ag., S.S., M.Hum.
Menghadirkan pakar sekaligus praktisi H. Muhammad Abdillah Ihsan, M.A., peserta seminar tidak hanya diajak menyimak secara pasif, tetapi juga didorong untuk langsung mempraktikkan cara berkomunikasi yang baik.
“Inti dari public speaking itu adalah berani mencoba,” pungkasnya saat memotivasi para peserta mahasiswa, untuk maju dan memperkenalkan diri ke depan panggung.
Reporter: Jamal Ripani, M.Pd.
Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd. dan Haitami, S.Sos.I., M.M.








