
Wakil Ketua DPR RI Bedah Buku “Strategi Fiskal Nabi Yusuf” di UIN Antasari, Ajak Negara Miliki ‘Kindai’ Ekonomi
BANJARMASIN — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Antasari kembali mendatangkan tokoh nasional di lingkungan kampus. Kali ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, S.Ag., M.A.P., hadir sebagai pembicara utama, dalam bedah buku karyanya yang berjudul “Strategi Fiskal Nabi Yusuf: Pelajaran Abadi untuk Negeri”, Jumat (23/10/2026).
Acara yang berlangsung di Auditorium Mastur Jahri Kampus 1 ini, disambut antusias civitas academica dan berbagai tokoh penting di Kalimantan Selatan.
Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. dalam sambutannya saat membuka acara, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan wakil rakyat tersebut. Menurutnya, forum ini merupakan wadah intelektual yang sangat penting untuk mendialogkan khazanah keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern, khususnya dalam bidang kebijakan publik dan ekonomi.
“Kisah Nabi Yusuf a.s. dalam Al-Qur’an menghadirkan masterclass kepemimpinan. Khususnya bagaimana kita membaca tanda-tanda zaman, ketepatan merencanakan masa depan, sampai pada keberanian mengeksekusi kebijakan demi kemaslahatan publik. Kebijakan fiskal adalah instrumen moral untuk menjaga stabilitas dan melindungi kelompok rentan,” ungkap Rektor.

Dalam paparannya, Dr. Cucun menyoroti pentingnya negara dan daerah memiliki kesiapan dalam menghadapi krisis atau masa paceklik, mengambil ibrah dari kisah Nabi Yusuf.
Secara khusus, dirinya mendekatkan teori ekonominya dengan kearifan lokal masyarakat Banjar, yakni kindai (lumbung penyimpanan padi).
“Buku ini kalau saya ringkas dalam satu kalimat adalah ajakan untuk negara kita ini memiliki kindai. Kekuatan sebuah anggaran tidak diukur dari besarnya, tetapi seberapa siap anggaran negara menghadapi tahun-tahun yang sulit. Inilah pentingnya menanamkan strategi fiskal Nabi Yusuf,” jelas Dr. Cucun.
Lebih lanjut dirinya menjabarkan, bahwa Surah Yusuf memuat cetak biru pengelolaan keuangan negara, mulai dari kebijakan antisipatif, menggerakkan produksi, menahan konsumsi lewat penyimpanan (cikal bakal kebijakan moneter), hingga pentingnya kepemimpinan yang berintegritas, kompeten, dan efisiensi belanja yang tepat sasaran.
Turut hadir memberikan sambutan, Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR., S.Far., M.M. Dirinya menyambut baik kegiatan literasi tingkat tinggi ini, dan berharap gagasan dalam buku tersebut dapat diimplementasikan di tingkat daerah.
“Tentu pembedahan buku tentang strategi fiskal Nabi Yusuf ini akan menjadi tambahan wawasan bagi kita, khususnya Kota Banjarmasin, tentang bagaimana ke depan kita harus memperkuat kemandirian fiskal kita sendiri untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Wali Kota.

Diskusi akademik ini berjalan interaktif dengan dimoderatori oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Haris Faulidi Asnawi, Lc., M.Si.
Acara ini juga menghadirkan panelis-panelis ahli untuk membedah isi buku secara komprehensif, yakni Rektor Universitas Lambung Mangkurat Dr. dr. Iwan Aflanie, M.Kes., Sp.F., S.H., Dekan FEBI Dr. H. Zaki Mubarak, M.Si., M.Fin., serta Praktisi Masyarakat Ekonomi Syariah Mochammad Arif Budiman, Ph.D.

Reporter: Jamal Ripani, M.Pd.
Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd. dan Neco Erlin Pradana, S.Pd., M.H.









