
Siapkan Generasi Cerdas dan Berkarakter, FTK UIN Antasari Gelar Seminar Inovasi Madrasah Unggulan di Banjarbaru
BANJARBARU – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, bekerja sama dengan Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia H. Sudian Noor, M.A.P., menyelenggarakan Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Banjarbaru, Rabu (4/11/2026) pagi.
Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi Madrasah Unggulan: Membangun Generasi Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Berkarakter” ini, berlangsung antusias dengan dihadiri para kepala madrasah, wakil kepala madrasah, serta pendidik yang memenuhi ruangan acara.
Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., yang diwakili Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Dr. H. Zainal Ilmi, S.Ag., M.Pd.I. dalam sambutannya, menekankan pentingnya kesiapan pimpinan madrasah menghadapi era disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, kepala madrasah harus adaptif dan melek teknologi, agar lembaga pendidikan Islam tidak tertinggal oleh perubahan zaman.
“AI itu menemani dan membantu kita, sehingga kita harus berinteraksi dengannya secara cerdas, sementara guru kini bertransformasi menjadi fasilitator pembelajaran,” ujar Karo.
Lebih lanjut, dirinya menguraikan tiga fondasi utama yang wajib dimiliki pendidik dan pengelola madrasah, yakni keteguhan nilai akidah dan akhlak mulia, penguasaan kecakapan abad ke-21 yang meliputi berpikir kritis, inovasi, komunikasi, serta kolaborasi seluruh elemen sekolah, hingga fleksibilitas kurikulum.
Dr. Zainal menambahkan, bahwa perubahan menuju madrasah unggul harus bertumpu pada keunggulan intelektual (kognitif), emosional, dan spiritual.
Senada, H. Sudian saat membuka acara secara resmi menegaskan, bahwa peningkatan mutu madrasah tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi guru.
Kendati pemanfaatan teknologi seperti AI kian masif, dirinya mengingatkan bahwa posisi guru dalam menanamkan iman dan karakter peserta didik tetap tidak tergantikan.
“Bagaimana caranya kita meningkatkan kompetensi dan siap berkolaborasi, karena pendidikan bukan hanya mencetak anak yang cerdas, tetapi juga kuat dalam iman, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” tutur wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan II tersebut.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga mendorong pengelola madrasah untuk menyiapkan data pendidikan secara lengkap dan akurat.
Hal tersebut dinilai krusial guna mendukung program revitalisasi madrasah, pemenuhan sarana pembelajaran digital seperti pengadaan televisi interaktif dari Kementerian Agama, hingga penyerapan potensi kontribusi investasi daerah bagi sektor pendidikan.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada diskusi dan gagasan saja, tetapi melahirkan langkah nyata yang dapat diterapkan di madrasah masing-masing,” tegas H. Sudian.
Sementara itu, Praktisi Pendidikan Madrasah, Dr. Hilal Najmi, S.Ag., M.Pd.I., yang hadir sebagai narasumber memaparkan, bahwa paradigma madrasah unggul terletak pada mutu proses pembelajaran, kualitas lulusan, pembentukan karakter, serta kontribusi sosial bagi masyarakat.
Dalam paparannya, Dr. Hilal menjelaskan lima pilar transformasi madrasah unggul yang harus bergerak serentak, meliputi kepemimpinan yang visioner, pembelajaran mendalam yang berdiferensiasi dan inklusif, penguatan karakter dan spiritualitas berbasis nilai Panca Cinta, pengembangan talenta dan inovasi, serta tata kelola dan kemitraan yang akuntabel.
Dirinya menempatkan kepala madrasah sebagai Chief Transformation Officer yang bertugas menggerakkan perubahan, dengan menjadikan ruang kelas sebagai pusat transformasi pengalaman belajar murid.
Usai kegiatan, Dr. Hilal menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Komisi VIII dan UIN Antasari dalam memperkuat kapasitas tata kelola pimpinan madrasah di Banua.
“Kegiatan ini sangat strategis untuk memberikan penguatan dan pengalaman kepada kawan-kawan kepala madrasah maupun wakil kepala madrasah, tentang bagaimana mengelola madrasah dengan baik dan berdampak. Madrasah ini adalah rumah kita bersama, tempat bertumbuhnya guru dan murid-murid kita di Kalsel,” ungkapnya.
Dr. Hilal berharap kolaborasi berkelanjutan ini mampu melahirkan madrasah unggulan baru yang bertransformasi dari madrasah reguler di Kalsel.
“Saat ini kita telah memiliki madrasah sains yaitu MAN Insan Cendekia Tanah Laut dan Madrasah Aliah Program Keagamaan di MAN 4 Banjar. Ke depan, kita ingin di Kalsel ada madrasah yang lahir dari madrasah reguler menjadi madrasah unggulan seperti di provinsi-provinsi lainnya. Insyaallah kalau kita mau bersama dan berkolaborasi, kita akan wujudkan itu,” pungkasnya.
(Reporter/Fotografer: Rahmi Hartati, S.Sos.)



