
Menteri Agama Buka OASE III di Yogyakarta, UIN Antasari Siap Ukir Prestasi
YOGYAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., resmi membuka ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III, di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).
Perhelatan nasional antar-perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) tersebut dipusatkan di Gedung Multipurpose Prof. Amin Abdullah.
Dalam sambutannya, Menteri mendorong seluruh mahasiswa agar terus mengembangkan tradisi keilmuan, riset, sains, teknologi, serta inovasi kreatif.
Dirinya menekankan agar pengembangan tersebut tetap berpijak pada nilai-nilai agama, dengan menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan utama.
“Para ilmuwan pada zaman dahulu merupakan sosok-sosok yang luar biasa. Siapa yang pernah membaca sejarah Bagdad dan Abu Hanifah? Beliau seorang ulama fikih, tetapi juga memiliki keahlian dalam bidang arsitektur,” ujar Prof. Nasaruddin saat meneladani rekam jejak para cendekiawan muslim terdahulu.
Dirinya juga mencontohkan Imam Syafi’i sebagai peneliti sejarah yang melahirkan beragam karya besar, Salman al-Farisi yang menguasai keahlian arsitektur, serta Al-Kindi yang mendalami dan menerjemahkan filsafat.
Melalui ajang OASE III ini, Menteri berharap PTKIN dapat mencetak generasi cendekiawan baru yang memberi dampak positif serta manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.
UIN Antasari Siap Ukir Prestasi
Sementara itu, UIN Antasari menyatakan kesiapannya untuk bersaing dan mengukir prestasi pada ajang bergengsi ini, didampingi langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Irfan Noor, M.Hum.
Menanggapi perhelatan ini, dirinya menegaskan bahwa partisipasi ini sejalan dengan visi kegiatan.
“Sebagaimana sambutan Pak Menag, bahwa OASE tidak hanya menjadi ajang meraih kemenangan, tapi juga bisa menjadi ajang pembelajaran antar-mahasiswa PTKIN dalam menciptakan ekosistem ilmu pengetahuan yang inovatif,” ujar Wakil Rektor kepada Humas.
Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi lima finalis dari kampus yang akan bertanding di tiga cabang lomba. Para finalis tersebut yaitu Ihda Raudatul Jannah, Kania Arbelia, dan Siti Nabila untuk kompetisi karya ilmiah bidang Ilmu Falak/Astronomi; M. Fadillah Ansari di cabang Dai Putra; serta Karimatun Nupus di cabang Musabaqah Qira’atul Kutub.
“Saya sangat bersyukur mahasiswa kita UIN Antasari bisa masuk tahapan final di 3 kategori lomba, karena kita tahu bahwa OASE ini kompetisinya sangat ketat,” ungkap Dr. Irfan.
“Semoga mahasiswa kita berhasil mendapatkan hasil yang maksimal,” harapnya.
Sebagai penutup, Wakil Rektor kembali mengingatkan esensi keikutsertaan para delegasi.
“Namun sekali lagi, OASE ini adalah ajang pembelajaran sekaligus pengembangan diri mahasiswa menjadi calon-calon intelektual muslim masa depan,” pesannya.
Semangat kompetisi dan keilmuan ini pun diharapkannya dapat terus ditularkan di lingkungan kampus.
Penulis: Haitami, S.Sos.I., M.M.
Fotografer: Kontignen OASE UIN Antasari



