
Ketat! UIN Antasari Banjarmasin Gelar Seleksi Mahasiswa Teladan 2026, Uji 7 Aspek Penting
BANJARMASIN – Universitas Islam Negeri Antasari kembali melaksanakan agenda bergengsi tahunannya, yakni Seleksi Mahasiswa Teladan Tahun 2026.
Memasuki hari kedua pada Selasa (27/10), kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Gedung Rektorat Kampus 1 ini, berlangsung dengan sangat ketat dan komprehensif.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Irfan Noor, M.Hum. menjelaskan, seleksi ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis UIN Antasari di November yang akan datang.
“Besar harapan kita dengan adanya pemilihan Mahasiswa Teladan ini, semakin mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ungkapnya.

Wakil Rektor pun menekankan, bahwa hal ini juga bisa menjadi bekal mereka, agar mempunyai keyakinan yang kuat menghadapi tantangan masa depan usai menjadi sarjana nanti.
Sementara Kepala Subbagian Kemahasiswaan Dr. Ahmad Rifai, S.Ag., M.H.I. menambahkan, seleksi ini berlangsung tiga hari dan diikuti 10 peserta terpilih.
Para peserta merupakan utusan mahasiswa teladan dari seluruh fakultas, dengan masing-masing mengirimkan dua perwakilan.
“Syaratnya sangat ketat, mereka harus juara di tingkat fakultas dan memiliki indeks prestasi kumulatif minimal 3,5,” ujar Dr. Rifai.

Ada tujuh materi yang diteskan, yaitu kemampuan akademik, prestasi, keagamaan, organisasi, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan kepribadian.
“Tujuannya untuk memilih mahasiswa terbaik dari ketujuh bidang tadi,” sambung Kasubbag.
Dirinya juga menambahkan, bahwa para pemenang nantinya akan mendapatkan apresiasi khusus dari pihak kampus.
“Minimal mereka nanti diberi penghargaan, disampaikan saat wisuda. Ke depannya kalau kita ada duta atau studi banding kunjungan ke UIN lain, mereka menjadi prioritas untuk mengikuti,” tambah Dr. Rifai.
Salah satu aspek penting yang diujikan adalah penguasaan bahasa asing. Koordinator Pusat Kerja Sama dan Hubungan Internasional Hj. Nani Hizriani, S.Pd., M.A. yang bertindak sebagai penguji bahasa Inggris, menyampaikan bahwa tes bahasa ini mencakup evaluasi menyeluruh.
“Materi ini menguji kemampuan mahasiswa dalam membaca, kemudian ada menulis, termasuk juga struktur dan ekspresi grammatikal, serta bagian terakhir adalah berbicara,” jelasnya di sela-sela ujian lisan.

Hj. Nani pun berharap, mahasiswa teladan tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, tapi juga mampu berbahasa asing, baik Bahasa Arab maupun Inggris”.
Tingkat kedisiplinan dan kualitas peserta pun sangat terlihat dari rekam jejak mereka. Ni’matul ’Izzati, salah satu peserta dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah memaparkan, bahwa untuk menjadi teladan, mahasiswa tidak hanya dituntut berprestasi di kelas, tetapi juga harus berkontribusi secara sosial dan keagamaan.
“Saya belajar di UIN Antasari bukan hanya di kelas, tetapi juga berpartisipasi dengan komunitas dan organisasi,” tuturnya.
Ni’ma pun percaya, bahwa pelajar yang luar biasa tidak selalu diukur hanya dari keberhasilan akademis.
“Tetapi dari bagaimana kita bekerja di aktivitas-aktivitas sehari-hari, dan diskusi tim yang memberikan keuntungan bagi masyarakat,” tegasnya.
Senada juga diungkapkan Nisa Adelia, peserta dari Fakultas Syariah. Meski baru mendapatkan informasi pada H-2 seleksi, karena sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata di Balangan, mahasiswi yang telah mengoleksi puluhan trofi dan memiliki 11 publikasi jurnal ini tetap tampil maksimal.
“Motivasi saya mengikuti seleksi ini karena mendapat mandat dari fakultas, dan ingin berbagi inspirasi dengan mahasiswa teladan dari fakultas lain,” kata Nisa.

Ia pun berharap dapat memberikan timbal balik yang positif bagi almamater.
“Kalau terpilih menjadi mahasiswa teladan, yang pertama pasti bersyukur, mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah mendukung, dan tentunya membuat kontribusi yang lebih besar untuk UIN Antasari lebih dari yang sudah dilakukan sebelumnya,” tutup Nisa.
(Reporter/Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd.)




