
Sinergi dengan Komisi VIII DPR RI, UIN Antasari Bekali Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Keterampilan Wicara Publik dan Penjenamaan Pribadi
BANJARBARU – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, bekerja sama dengan Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia H. Sudian Noor, M.A.P., menyelenggarakan kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bertajuk Workshop Public Speaking, di Banjarbaru, Rabu (04/11/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 131 mahasiswa tersebut, juga dirangkai dengan penyerahan bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur aspirasi, hasil kerja sama H. Sudian dengan UIN Antasari.
Acara dibuka secara resmi oleh wakil rakyat tersebut, yang sekaligus memberikan arahan kepada para peserta. Dalam sambutannya, H. Sudian menegaskan, bahwa kecakapan berbicara di depan umum dan komunikasi yang baik tidak hanya dibutuhkan oleh pejabat, melainkan juga sangat penting dimiliki oleh siapa saja dari berbagai latar belakang profesi, termasuk mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.
“Saya percaya setiap orang yang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin, minimal public speaking-nya bagus,” ujar H. Sudian.
Legislator asal Provinsi Kalimantan Selatan tersebut menambahkan, bahwa esensi wicara publik juga erat kaitannya dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dirinya turut mengapresiasi sinergi Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan UIN Antasari, yang dipercaya melaksanakan program penguatan sumber daya manusia ini.
“Alhamdulillah Kalsel mendapat kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan tersebut, karena tidak semua provinsi mendapatkannya,” tutur H. Sudian.
Sementara itu, Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi berkelanjutan bersama Komisi VIII, yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaan.
Dirinya menjelaskan, bahwa dari 59 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di Indonesia, UIN Antasari menjadi salah satu dari 18 PTKIN yang ditunjuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan mutu pendidikan Islam ini.
Menurut Rektor, pada tahun ini UIN Antasari memperoleh 310 mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah, yang dibiayai penuh selama delapan semester berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Komisi VIII.
Oleh sebab itu tegasnya, para mahasiswa penerima beasiswa yang telah melewati seleksi ketat, perlu mendapatkan pembinaan kapasitas diri melalui pelatihan wicara publik dan penjenamaan pribadi, agar mampu bersaing di era transformasi digital.
“Keterampilan ini harus terus dilatih, agar apa yang kita sampaikan berdampak baik bagi pendengar, sehingga memunculkan personal branding, bahwa Anda memberikan informasi yang dapat dipercaya,” jelas Prof. Nida.
Lebih lanjut, dirinya mendorong para mahasiswa penerima KIP Kuliah untuk memiliki cita-cita tinggi, menjaga integritas, kedisiplinan, serta memanfaatkan fasilitas kampus seperti pembibitan mahasiswa unggul di Unit Pengembangan Bahasa, untuk persiapan beasiswa pascasarjana di dalam maupun luar negeri, serta pelatihan keterampilan di Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Karier.
“Tujuan akhir kita adalah menjadikan Anda sebagai agen perubahan yang unggul dalam keilmuan, berakhlak dalam kepribadian, serta berdampak bagi kemanusiaan dan lingkungan. Teruslah berlatih, perbaiki diri, dan pastikan setiap perkataan kita selalu positif serta memberikan manfaat kepada orang banyak,” pesan Rektor.
Hadir sebagai narasumber utama, praktisi wicara publik sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia, H. Nanang Mubarok, S.H.I., M.Sos.
Dalam pemaparannya yang berlangsung interaktif, H. Nanang mengungkapkan, bahwa 85 persen kesuksesan seseorang dalam kehidupan, berkaitan langsung dengan kemampuan berkomunikasi dan keterampilan membina hubungan. Sedangkan kemampuan teknis atau akademik menyumbang 15 persen.
“Bukan berarti kepintaran akademik itu tidak penting, tetapi setelah pintar, kita butuh kemampuan mengomunikasikan ide, gagasan, dan kepintaran tersebut kepada orang lain,” tegasnya.
Narasumber kemudian mengungkapkan hasil riset Success Score and Survey Center periode Januari–Juli 2026, dengan dua faktor pendukung kesuksesan tertinggi adalah motivasi sebesar 40 persen, dan komunikasi sebesar 39 persen.
“Sedangkan penghalang utamanya adalah ketidakpercayaan diri, serta kurangnya kemampuan komunikasi,” papar H. Nanang Mubarok.
Untuk mengatasi ketakutan berbicara di depan umum—yang umumnya dipicu oleh kurangnya penguasaan materi, takut salah, terlalu memikirkan kritik, hingga minimnya jam terbang—H. Nanang membagikan tiga modal utama penguasaan panggung.
Tiga modal tersebut yakni Knowledge (kedalaman materi), Skill (teknik bahasa, intonasi, dan gestur), serta Attitude (mental positif, percaya diri, dan etika).
Dirinya juga memperkenalkan “Formula Taktis 3-2-1” dalam wicara publik, yang meliputi persiapan tiga elemen materi (satu tema besar, tiga gagasan pendukung, dan satu penutup kuat), dua aspek penampilan (kualitas suara dan bahasa tubuh), serta satu pesan inti yang terhubung dari pikiran pembicara ke hati audiens.
“Kesuksesan yang paling utama bukanlah semata karena keturunan atau sekadar menunggu keberuntungan, melainkan kesuksesan yang direncanakan dan disiapkan,” pesan H. Nanang.
Dirinya menambahkan, wicara publik adalah salah satu instrumen penting untuk mendesain kesuksesan tersebut.
“Agar kita hadir menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung semarak dengan sesi praktik langsung, mulai dari tantangan berbicara satu menit tanpa teks, berbicara terstruktur selama tiga menit, hingga pidato spontan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dr. H. Ahmad Salabi, M.Pd. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan), H. Haris Fadilah, S.Ag., M.Pd.I. (Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan), Dra. Raihanatul Jannah, M.Pd. (Ketua Pelaksana)
Selanjutnya juga berhadir Rokhyat Riyadi, S.E., M.Si. (Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru), Drs. Gugus Sugiarto, S.H., M.M. (Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil), serta Tenaga Ahli Assoc. Prof. Dr. H. Muzahid Akbar Hayat, M.Si.
(Reporter/Fotografer: Neco Erlin Pradana, S.Pd., M.H.)



