
Realisasikan MoU, UIN Antasari dan UNISSA Brunei Darussalam Sepakati Pembelajaran Kelas Internasional Daring
BANJARMASIN — Universitas Islam Negeri Antasari dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, resmi menyepakati pelaksanaan program Pembelajaran Kelas Internasional. Kesepakatan strategis ini dicapai melalui rapat koordinasi virtual, Sabtu (3/10/2026).
Program kerja sama ini merupakan wujud tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada 3 Oktober 2022 silam, yang berlaku lima tahun hingga 2027.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah implementasi student mobility dalam bentuk pertukaran kelas pembelajaran internasional, yang sementara waktu akan dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom atau Google Meet.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Rektor UIN Antasari Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada tim UNISSA, dan memproyeksikan perluasan kerja sama antara kedua institusi di masa depan. Dirinya turut menyoroti potensi pengembangan fasilitas Melayu and Banjar corner dan program pertukaran mahasiswa secara langsung.
“Ke depannya bisa kolaborasi terkait Kuliah Kerja Nyata di Brunei Darussalam,” usul Prof. Nida.
Penolong Rektor UNISSA Bidang Akademik Dr. Hjh. Rasinah binti Hj. Ahim, menegaskan komitmen pihaknya terhadap program ini. Dirinya menyatakan, bahwa pertemuan ini bertujuan untuk bertukar pemikiran dalam bidang pembelajaran, kepakaran, dan inisiatif lain yang memberi manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kerja sama dapat direalisasikan dalam hal kepakaran, pengalaman, dan pembangunan akademik,” ungkap Dr. Hjh. Rasinah.
Terkait teknis pelaksanaan, kedua universitas menyepakati penggunaan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar utama dalam kelas internasional tersebut.
Terdapat dua mata kuliah yang ditawarkan oleh UIN Antasari untuk diintegrasikan, yaitu Islam dan Budaya Banjar, serta Pengantar Studi Islam Komprehensif.
Skema pembelajaran yang disepakati adalah pertukaran dosen untuk mengisi 5 kali pertemuan dengan total alokasi waktu 500 menit. Dalam skema ini, setiap topik atau pertemuan akan diampu oleh dosen yang berbeda-beda dari kedua universitas.
Wakil Rektor UIN Antasari Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Muhdi, M.Ag. menjelaskan, program ini dirancang untuk pertukaran keilmuan dan budaya.
“Tujuannya kolaborasi, bagaimana mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin mengenal budaya Islam di Brunei Darussalam, begitu pula sebaliknya. Ada nilai-nilai yang bisa diambil dari kedua budaya tersebut untuk memperkaya wawasan,” tuturnya.
Sementara Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Antasari Dr. Ridha Darmawaty, M.Pd. mengonfirmasi, bahwa skema 5 kali pertemuan ini telah disepakati sebagai langkah awal.
“Skema ini akan berstatus sebagai uji coba yang akan terus dievaluasi serta dikembangkan ke depannya,” tegas Ketua LPM.
Rencananya, perkuliahan perdana kelas internasional ini ditargetkan mulai berjalan pada 26 Oktober. Sebelum perkuliahan dimulai, kedua institusi akan kembali menggelar rapat lanjutan pada 17 Oktober, guna mematangkan detail pemetaan dosen dan teknis operasional pembelajaran.
(Fur/Faj)



