
UIN Antasari Hadirkan Pucuk Pimpinan Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan, Pacu Mutu 32 Prodi
BANJARMASIN – Menjadi bukti nyata perwujudan visi sebagai kampus unggul, berakhlak, dan berdampak bagi masyarakat serta lingkungan, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Antasari melaksanakan Pendampingan Akreditasi Program Studi.
Acara yang dirangkai dengan Sosialisasi Kebijakan Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA) ini digelar Senin (28/9/2026), di Aula Zafry Zamzam, lantai 3 gedung rektorat kampus 1.
Kegiatan penting ini menghadirkan langsung narasumber utama, yakni Direktur Dewan Eksekutif LAMGAMA Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A. Kehadiran pucuk pimpinan dari lembaga yang baru saja diluncurkan ini, menjadi momentum penting bagi peningkatan mutu di lingkungan UIN Antasari.
Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. dalam sambutannya menegaskan, bahwa langkah ini diambil agar kesiapan institusi dalam menghadapi proses akreditasi, khususnya untuk prodi rumpun agama, dapat disiapkan sedini mungkin.
Dari total 44 prodi yang ada di UIN Antasari, terdapat 32 prodi keagamaan yang akan terus dipacu kualitas dan peringkat akreditasinya.
Rektor menekankan, bahwa peningkatan mutu ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya nyata kampus untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kita ingin bahwa prodi keagamaan ini akan berdampak nyata,” tegasnya.

Prof. Nida juga menambahkan, bahwa melalui pembuktian kualitas ini, bisa menunjukkan kepada masyarakat akan komitmen UIN Antasari terhadap penguatan mutu layanan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, dirinya mengajak seluruh elemen, mulai dari pimpinan prodi, dosen, tenaga pendidik, hingga mahasiswa, untuk bahu-membahu.
“Kita ingin memperkuat komunikasi, kita ingin juga memperkuat koordinasi yang baik, sehingga betul-betul akan menjadi kolaborasi yang berkesinambungan,” ungkap Rektor.
Di akhir arahannya, Prof. Nida memantik semangat civitas academica melalui sebuah pantun.
“Mari bersama tingkatkan mutu prodi, UIN Antasari unggul dan berprestasi,” tutupnya.

Sementara itu Prof. Thib dalam paparannya, mengajak seluruh prodi keagamaan untuk menjadikan LAMGAMA sebagai wadah utama peningkatan kualitas.
Dirinya menegaskan, bahwa akreditasi LAMGAMA merupakan proses penilaian akreditasi khusus untuk prodi pada rumpun ilmu agama di perguruan tinggi di Indonesia.
“LAMGAMA adalah rumah kita,” ungkap Prof. Thib.
Dirinya memaparkan secara komprehensif mengenai kebijakan LAMGAMA, mulai dari prosedur akreditasi, cakupan prodi, hingga aturan masa tenggang transisi akreditasi selama 90 hari.
Kegiatan pendampingan ini berlangsung interaktif dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Mengingat waktu yang terbatas, beberapa peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan yang langsung dijawab secara lugas oleh Prof. Thib.
Reporter: Jamal Ripani, M.Pd. Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd. dan Haitami, S.Sos.I., M.M.
Tag:, Ahmad Thib Raya, LAMGAMA, Nida Mufidah



