
Transformasi Pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Melalui Metode Tilawati Digelar di Masjid Darul Azhar Tanah Bumbu
TANAH BUMBU – Dalam upaya meningkatkan kualitas serta efektivitas pendidikan Al-Qur’an, kegiatan bertajuk “Transformasi Pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Melalui Metode Tilawati”, resmi diselenggarakan selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, 17–18 Oktober 2026.
Acara ini bertempat di Masjid Darul Azhar, Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan, strategi, serta teknik pengajaran Al-Qur’an yang lebih modern dan terstruktur, bagi para pendidik dan pengelola madrasah melalui penerapan Metode Tilawati.
Hadir dalam acara tersebut H. Sudian Noor, M.A.P. selaku Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, yang memberikan dukungan penuh terhadap program peningkatan mutu pendidikan keagamaan di madrasah.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Rahimah, S.Ag., selaku Koordinator Divisi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Program Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam).
Hadir pula Ketua Panitia Mahmudah, M.Pd., serta mendatangkan Ustaz Umairah Bakir sebagai narasumber utama, yang memaparkan materi serta penerapan praktis Metode Tilawati dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Dalam kesempatannya, Ust. Umairah Bakir menekankan pentingnya pendekatan yang menyenangkan dan sistematis dalam mengajar Al-Qur’an kepada generasi muda.
“Metode Tilawati dinilai mampu membantu para santri memahami kaidah tajwid dan kelancaran membaca Al-Qur’an secara lebih cepat serta presisi, melalui teknik lagu dan irama yang khas,” ungkapnya.
H. Sudian Noor turut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan terselenggaranya kegiatan ini.
“Kita berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan serta alokasi dukungan yang memperkuat kapasitas para guru madrasah dan pendidik Al-Qur’an di daerah,” tegasnya.
Para peserta pun tampak sangat antusias mengikuti rangkaian materi dan sesi praktik interaktif sepanjang acara.
Melalui pelatihan ini, pihak panitia berharap, para ustaz/ustazah dapat langsung mengimplementasikan Metode Tilawati di madrasah.
“Dengan metode ini, diharapkan juga dapat menerapkan pembelajaran Al-Qur’an yang efektif, interaktif, dan mudah dipahami oleh para santri dan siswa di madrasah masing-masing guna mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlak mulia,” pungkas pihak panitia.
Penulis/Fotografer: Tim FTK
Penyunting: Pusat Humas dan Keterbukaan Informasi




