
Sinergi Komisi VIII DPR RI dan UIN Antasari: Dorong Inovasi dan Mutu Madrasah Unggulan di Kalsel
BANJARBARU – Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, menunjukkan dukungan penuhnya terhadap peningkatan kualitas pendidikan Islam di Kalsel.
Hal ini diwujudkan melalui kolaborasi sukses dengan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, dalam menyelenggarakan seminar bertajuk ”Inovasi Pengelolaan Madrasah Unggulan di Provinsi Kalimantan Selatan”, di Banjarbaru, Rabu (14/10/2026).

Mewakili Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Muhdi, M.Ag., membuka acara dengan apresiasi mendalam atas inisiatif berkelanjutan dari Komisi VIII.
Dalam sambutannya yang komprehensif, Wakil Rektor menekankan posisi strategis madrasah dalam menjawab tantangan zaman sekaligus membentengi karakter bangsa.
“Saat ini madrasah itu punya kepentingan untuk mengawal moralitas bangsa ini, terutama bagaimana menata moralitas generasi muda kita,” tegasnya.

Dr. Muhdi juga menyoroti fenomena pembelajaran agama yang terkadang hanya mengejar nilai akademis.
“Oleh karena itu, tidak berlebihan barangkali UIN Antasari menitipkan bagaimana ada keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sehingga menjadikan peserta didik tidak hanya cerdas, berilmu, dan terampil, tetapi juga tidak terbelakang dalam keberagamaan,” pesannya menginspirasi.
Dukungan nyata wakil rakyat sangat terasa melalui kehadiran langsung Anggota Komisi VIII H. Sudian Noor, M.A.P., yang memberikan keynote speech. Dirinya memaparkan visi besarnya untuk mengangkat muruah dan gengsi madrasah di Banua.
“Maksudnya yang lain bisa, kenapa kita tidak bisa. Masalahnya apa? Ayo kita tuntaskan, kita bedah sama-sama,” ucap Sudian dengan penuh komitmen.

Lebih jauh, dirinya menargetkan pemerataan pendidikan vokasi berbasis keagamaan di seluruh wilayah Kalsel.
“Saya ingin semua daerah ada, jadi 13 kabupaten/kota paling tidak harus punya sekolah unggulan, salah satunya madrasah aliah kejuruan atau vokasi,” harap Sudian.
Dirinya juga menjadikan momen ini sebagai masa reses yang efektif untuk menyerap aspirasi. Dirinya berjanji membawa keluhan, hambatan, dan usulan para guru madrasah sebagai bahan evaluasi dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Agama, maupun kementerian terkait lainnya di tingkat pusat.
Perhatian legislatif ini disambut hangat oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kemenag Kalsel H. Abdurrahman, S.Ag., M.M. Dirinya menyampaikan fakta di lapangan, bahwa dari 1.477 madrasah di Kalsel, 81,34 persen berstatus swasta dan dikelola masyarakat.
“Kami sangat memerlukan suara dari kita, dan kebetulan hari ini salah satunya sudah dikabulkan oleh Pak Haji Sudian Noor. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Haji Sudian Noor untuk selalu membersamai kita, khususnya di bidang pendidikan madrasah di Kalsel,” tutur Kabid.

Sebagai inti acara, Dr. Hilal Najmi, S.Ag., M.Pd.I., seorang pegiat dan ahli pendidikan madrasah yang sangat berpengalaman, membedah strategi mengelola madrasah unggulan. Dirinya merinci, bahwa mutu pendidikan madrasah bertumpu pada kualitas input, proses pembelajaran, dan luaran.
“Desain kurikulum harus berbeda atau di atas dari kurikulum nasional. Landasan pendidikan Islam harus berakar pada keislaman, keindonesiaan, dan bentuk kearifan lokal agar madrasah semakin kaya,” papar Dr. Hilal.

Seminar yang juga dihadiri Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian UIN Antasari Dr. H. Zainal Ilmi, S.Ag., M.Pd.I. dan Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FTK Dr. Raihanah, S.Pd.I., M.Ag. ini berlangsung sangat interaktif.
Para guru memanfaatkan momen langka tersebut untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesah mereka secara langsung. Jawaban tangkas dan solusi konkret dari H. Sudian Noor memberikan kepuasan tersendiri, menutup kegiatan dengan nuansa kebahagiaan dan optimisme bagi seluruh peserta.
(Reporter/Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd.)






