
Menuju Pembelajaran Modern: FTK UIN Antasari Dorong Pendidik Jadi ‘Guru Adaptif’ di Era Digital
BANJARBARU — Upaya untuk terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik di tengah pesatnya perkembangan teknologi, terus digalakkan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.
Hal ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Islam, yang mengusung tema “Guru Adaptif di Era Digital”, Selasa (03/11/2026), di Banjarbaru. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufida, M.Pd. dan Dekan Dr. H. Hamdan, M.Pd.
Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru Fahmi Fitriadi, S.T., M.M., sejumlah tokoh penting, para pakar pendidikan, dengan acara dibuka oleh Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia H. Sudian Noor, M.A.P.

Para peserta pun tampak antusias mengikuti rangkaian acara guna menggali wawasan baru, agar mampu beradaptasi dengan metode pengajaran modern berbasis digital.

Pada sambutannya, Rektor menyampaikan, bahwa memberikan pendidikan bisa dengan visual, audio, dan kinestetik, sehingga dapat memfasilitasi berbagai macam tipe karakteristik siswa.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, di antara yang vital diberikan adalah pendidikan karakter, agar siswa tumbuh menjadi unggul dan berakhlak.
“Dengan menanamkan nilai, karakter, dan kebijaksanaan, sehingga siswa-siswa kita tidak kalah dan tidak tertinggal dari perkembangan zaman,” pesan Prof. Nida.

Para guru kemudian didorong mempertahankan jati diri, mendidik dengan sikap yang sebenarnya, mengikuti perkembangan zaman, menghasilkan inovasi yang kreatif.
Kepedulian sosial dan lingkungan juga perlu ditanamkan sejak dini, guna menumbuhkan semangat bekerja sama, melahirkan generasi yang tangguh, cerdas dalam spiritul, dan tangguh dalam teknologi.
“Bergerak maju dan adaptif dalam kemajuan sains dan teknologi. Tetap kokoh dalam keislaman, global, dan kearifan lokal,” ajak Rektor memberikan motivasi.
Sementara itu, salah satu narasumber utama, Moh Mahfud, S.H. menyampaikan, bahwa guru di era digital tidak lagi cukup hanya menguasai materi pelajaran secara konvensional.
Seorang pendidik dituntut memiliki kreativitas tinggi dalam mengintegrasikan perangkat teknologi ke dalam proses belajar-mengajar, agar siswa lebih interaktif.
“Adaptasi digital bukan berarti menghilangkan nilai-nilai esensial dalam pendidikan Islam. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai jembatan untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan keagamaan secara lebih menarik dan mudah diterima oleh generasi muda saat ini,” ungkap alumnus UIN Antasari berprestasi nasional di bidang desain grafis tersebut.

Diskusi dalam seminar ini juga menyoroti pentingnya dukungan kelembagaan bagi para guru dalam meningkatkan literasi digital. Pelatihan berkala serta penyediaan fasilitas pendukung, dipandang sebagai kunci utama agar para tenaga pendidik tidak tertinggal oleh kemajuan zaman.
Melalui kegiatan ini, pihak panitia berharap para guru yang hadir dapat mengaplikasikan ilmu dan wawasan yang diperoleh di instansi masing-masing.
Penulis/Fotografer: Sari Indriyani, M.Pd.
Penyunting: Pusat Humas dan Keterbukaan Informasi





