
Perkuat Karakter Anak, Membina Moral dan Kualitas Generasi Muda pada Program “Ngopi” Ngobrol Pendidikan Islam di Tanah Bumbu
TANAH BUMBU — Upaya memperkuat peran keluarga dalam membina moral dan kualitas generasi muda terus digalakkan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam), bertema “Penguatan Peran Keluarga sebagai Fondasi Kualitas Hidup dan Pembentukan Karakter Anak”, yang diselenggarakan di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (19/10/2026).
Acara ini dibuka resmi H. Sudian Noor, M.A.P. (Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), dan sambutan dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, oleh Koordinator Pelaksana Rahimah, S.Ag. Turut hadir ketua pelaksana Mahmudah, M.Pd.I.
Dalam sambutannya, Mahmudah menyatakan bahwa keluarga merupakan fondasi utama sebagai awal mendidik anak, karena dari keluarga pengenalan awal sikap yang baik. Dirinya juga menyampaikan, bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak.
“Sebelum mengenal guru dan lingkungan sekolah, anak terlebih dahulu belajar dari ayah dan ibunya. Nilai-nilai dasar seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan akhlak mulia pertama kali ditanamkan di dalam rumah,” tegas Ketua Pelaksana.
Dirinya menambahkan, bahwa di era digital saat ini, peran keluarga juga menghadapi tantangan yang semakin besar, karena anak-anak lebih banyak terpapar gawai, media sosial, dan pengaruh lingkungan luar.
“Oleh karena itu, peran keluarga harus diperkuat kembali sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter anak,” ungkap Mahmudah.
Rahimah juga menekankan tujuan utama terselenggaranya kegiatan ini, yaitu meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Kedua, memberikan pemahaman dan strategi praktis bagi orang tua dalam mendidik anak dengan pola asuh yang positif dan Islami.
Ketiga, membangun sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Di akhir paparannya, diungkapkan harapan besar agar seluruh peserta yang hadir dapat membawa pulang ilmu dan semangat baru.
“Para orang tua diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi juga hadir secara utuh dalam mendidik hati dan karakternya,” pesan Koordinator Pelaksana.

H. Sudian Noor pada sambutannya juga menekankan, bahwa tantangan pengasuhan di era digital saat ini memerlukan perhatian ekstra dari para orang tua.
“Sinergi antara kebijakan pemerintah, lembaga keagamaan, dan ketahanan keluarga, menjadi kunci utama agar anak-anak terbentengi dari pengaruh negatif lingkungan luar,” ajaknya

Pada pemaparannya, narasumber H. Nanang Mubarok, S.H.I., M.Sos., yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menyebutkan, bahwa betapa krusialnya peran lingkungan keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.
Menurutnya, pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada aspek kognitif dan formal di sekolah, tetapi juga harus berakar kuat di rumah melalui keteladanan orang tua.
Lebih lanjut, narasumber menyampaikan pentingnya pendampingan spiritual secara konsisten di dalam rumah tangga. Melalui program-program pembinaan remaja masjid dan pendidikan Al-Qur’an.
“BKPRMI berkomitmen untuk terus bermitra dengan masyarakat dalam mencetak generasi muda yang berakhlak karimah,” tekan Nanang.
Acara yang berlangsung hangat dan interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, serta komitmen bersama untuk memperkuat jejaring pendidikan Islam berbasis keluarga di seluruh wilayah Tanah Bumbu.
Penulis/Fotografer: Tim FTK
Penyunting: Pusat Humas dan Keterbukaan Informasi




