
Sinergi Keluarga dan Madrasah: Langkah Nyata Mewujudkan Generasi Rabani
TANAH BUMBU – Dalam upaya menguatkan pendidikan karakter serta menanamkan akhlak mulia sejak dini, kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) diselenggarakan dengan mengusung tema “Sinergi Keluarga dan Madrasah Menuju Generasi Rabani”, Selasa (20/10/2026), di Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu.
Kegiatan ini dibuka oleh H. Sudian Noor, M.A.P (Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia). Turut hadir Narasumber H. Nanang Mubarok, S.H.I., M.Sos. (Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia/BKPRMI), Koordinator Acara Rahimah, S.Ag., dan Ketua Pelaksana Mahmudah, M.Pd.I.
“Melalui diskusi interaktif ini, diharapkan tercipta sinergi yang makin kuat antara lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan Islam (madrasah),” ungkap panitia.

Kolaborasi ini juga dinilai sangat vital dalam membentengi moral anak-anak, serta mewujudkan generasi Islami yang tangguh dan berakhlak mulia di masa depan.
Dalam pemaparannya, H. Sudian Noor menekankan pentingnya peran strategis Komisi VIII dalam mendukung sarana dan prasarana pendidikan keagamaan. Menurutnya, fasilitas madrasah yang memadai harus diimbangi dengan lingkungan rumah tangga yang kondusif.
“Agar nilai-nilai keislaman yang diajarkan di sekolah dapat tertanam secara konsisten di rumah,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber memaparkan aspek pembinaan pemuda dan anak-anak melalui kurikulum berbasis akhlak.
“Madrasah bukan sekadar tempat menimba ilmu akademis, melainkan wadah pembentukan karakter tempat para santri diajarkan kejujuran, kedisiplinan, dan rasa kepedulian sosial sejak usia dini,” pesan Nanang.
Suasana forum berlangsung hangat dan interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Para wali murid, pengajar madrasah, serta tokoh masyarakat setempat, memanfaatkan kesempatan ini untuk mendiskusikan berbagai tantangan pengasuhan anak di era digital, termasuk dampak penggunaan media sosial terhadap perkembangan moral remaja.
Acara ini juga diselingi dengan komitmen bersama antara pihak pengelola majelis taklim, pengurus BKPRMI, dan wakil rakyat, untuk terus mengawal program-program edukasi keagamaan.
“Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat,” ungkap panitia.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan kemajuan pendidikan Islam di wilayah setempat. Seluruh peserta yang hadir menyambut positif inisiatif ini dan menginginkan agenda diskusi serupa dapat diselenggarakan secara berkala, sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas pola asuh Islami.
Penulis/Fotografer: Tim FTK
Penyunting: Pusat Humas dan Keterbukaan Informasi




