
Perkuat Kerja Sama Internasional, LP2M UIN Antasari dan UNIMAS Gelar Seminar Diseminasi Hasil Penelitian di Malaysia
KUCHING, MALAYSIA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, bekerja sama dengan Fakulti Pendidikan, Bahasa, dan Komunikasi (FPBK) Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), menyelenggarakan kegiatan bertajuk NUSA 2026: International Borneo–Kalimantan Knowledge & Society Seminar, Jumat (9/10/2026), di Bilik Teater Multimedia FPBK.
Pertemuan ini merupakan forum diseminasi hasil penelitian dosen UIN Antasari yang didanai melalui program Litapdimas (Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat).
Selain menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik, acara tersebut juga merupakan bagian dari realisasi kerja sama kelembagaan, yang sebelumnya telah dituangkan dalam nota kesepahaman.
Seminar internasional ini melibatkan enam dosen UIN Antasari yang berasal dari berbagai fakultas dan program pascasarjana, bersama sejumlah akademisi UNIMAS yang turut mempresentasikan hasil penelitian mereka.
Delegasi UIN Antasari dipimpin oleh Ketua LP2M Dr. H. Hasni Noor, M.Ag., didampingi Sekretaris Muhammad Rif’at, M.Ag., serta Koordinator Pusat Penelitian dan Inovasi Dr. H. Budi Rahmat Hakim, S.Ag., M.H.I.
Adapun enam dosen UIN Antasari yang berpartisipasi sebagai pemakalah adalah Prof. Dr. Muhammad Zainal Abidin, M.Ag. dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora; Dr. Muhammad Iqbal, S.Th.I., M.S.I. dari Pascasarjana; Mahmudah, M.Pd.I. dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan; Dr. Hj. Rabiatul Adawiyah, M.Ag. dari Fakultas Syariah; Armiah, S.I.P., M.Si. dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi; serta Muhammad Qamaruddin, S.E.I., M.E. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Melalui forum ini, para dosen memperoleh kesempatan memaparkan hasil penelitian, mendiskusikan temuan akademik, serta bertukar perspektif dengan para akademisi UNIMAS.
“Interaksi ilmiah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan diseminasi hasil penelitian sekaligus membuka peluang kolaborasi riset lintas negara, khususnya dalam pengembangan kajian yang relevan dengan dinamika masyarakat di kawasan Borneo,” ungkap pihak LP2M.
Pelaksanaan seminar dibagi ke dalam tiga sesi presentasi yang menghadirkan pemakalah dari kedua perguruan tinggi. Forum berlangsung melalui pemaparan hasil penelitian dan pertukaran gagasan akademik yang mempertemukan berbagai perspektif keilmuan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen LP2M dalam mendorong peningkatan kualitas, rekognisi, dan dampak penelitian dosen pada tingkat internasional.
Diseminasi hasil penelitian tidak hanya diarahkan pada penyebarluasan temuan ilmiah, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring akademik dan mengidentifikasi peluang pengembangan penelitian kolaboratif yang berkelanjutan.
Dekan FPBK Dr. Dilah bin Tuah menyampaikan harapan, agar kegiatan akademik bersama seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin pada tahun-tahun mendatang.
“Keberlanjutan forum ini dipandang penting, untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas ruang kerja sama akademik antara kedua universitas,” tegasnya.
Harapan tersebut sejalan dengan semangat kerja sama internasional yang dibangun UIN Antasari dan UNIMAS, terutama dalam memperkuat budaya penelitian, meningkatkan pertukaran pengetahuan, dan mengembangkan kontribusi akademik yang berdampak bagi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan NUSA 2026, LP2M berharap kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret, seperti penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, seminar internasional berkelanjutan, serta penguatan jejaring akademik antardosen kedua institusi.
“Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung visi UIN Antasari sebagai perguruan tinggi yang Unggul, Berakhlak, dan Berdampak, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui kolaborasi internasional,” pungkas pihak LP2M.
Penulis/Fotografer: Tim LP2M
Penyunting: Pusat Humas dan Keterbukaan Informasi










