
Lepas 673 Mahasiswa KKN, Rektor: Jadikan Masyarakat sebagai Laboratorium Kehidupan
BANJARBARU — Rektor Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., secara resmi membuka sekaligus melepas para peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahap 2, Rabu (30/9/2026). Acara tersebut berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna Kampus 2.
Dalam amanatnya Rektor menekankan, bahwa KKN bukan sebatas rutinitas akademik formal untuk menggugurkan kewajiban. Dirinya menyebut KKN sebagai laboratorium kehidupan yang menjadi sarana berharga bagi mahasiswa dalam mengasah kepekaan sosial.
“Ini adalah kesempatan emas bagi kalian untuk belajar mendengar sebelum berbicara, belajar memahami persoalan sebelum menawarkan solusi, serta belajar bekerja bersama masyarakat,” ungkap Prof. Nida.

Dirinya juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga kerendahan hati, menjunjung tinggi akhlakul karimah, serta menjaga nama baik almamater selama berbaur di tengah warga.
“Sebab, bisa jadi di pelosok desa yang sederhana, kalian akan menemukan kearifan dan pelajaran hidup yang tidak pernah tertulis dalam buku teks atau ruang kuliah,” tambah Rektor.
Terkait pelaksanaan KKN, dirinya meminta para peserta fokus pada pemenuhan kebutuhan nyata warga dan dampak jangka panjang. Program yang sederhana namun dikerjakan tulus bersama warga, dinilai jauh lebih bermakna ketimbang program megah yang berhenti begitu mahasiswa ditarik kembali ke kampus.
“Peganglah prinsip jangan bertanya apa yang akan kita dapatkan dari masyarakat, tetapi bertanyalah apa yang bisa kita kontribusikan untuk masyarakat,” pungkas Prof. Nida.
Disebar ke 5 Kabupaten hingga KKN Internasional
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Dr. H. Hasni Noor, M.Ag. melaporkan, bahwa KKN ini diikuti 673 mahasiswa yang terbagi ke dalam 58 kelompok. Masing-masing terdiri dari 12 mahasiswa lintas fakultas, dan siap diberangkatkan pada 3 Oktober mendatang.
“Akan diterjunkan ke lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan Tanah Bumbu,” paparnya.

Ketua LP2M juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan KKN Internasional di tiga negara (Arab Saudi, Malaysia, dan Thailand) serta KKN Nusantara yang melibatkan 6 mahasiswa (termasuk lokasi pengabdian di Suku Baduy), sejauh ini telah berjalan dengan lancar.
Menutup laporannya, Dr. Hasni mengingatkan para peserta untuk memegang teguh pepatah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
“Peserta KKN harus menghormati adat istiadat di mana pun kalian ditempatkan,” pungkasnya.
Reporter: Haitami, S.Sos.I., M.M.
Fotografer: Haitami, S.Sos.I., M.M. dan Neco Erlin Pradana, S.Pd., M.H.



