
“Seru Banget!” Kisah Mahasantri Baru Warnai Pembukaan Program Ma’had UIN Antasari Banjarmasin
BANJARMASIN – Suasana antusias dan penuh semangat, menyelimuti ratusan mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Antasari, yang memadati Masjid Kampus 1 Abdurrahman Ismail pada Selasa malam (29/09/2026).
Para mahasiswa tersebut hadir untuk mengikuti acara Pembukaan Program Pemondokan Tahap I Asrama Putri dan Asrama Putra Kampus Banjarmasin, Tahun Akademik 2026/2027.
Bagi mereka, kewajiban tinggal di asrama bukan sekadar aturan kampus, melainkan sebuah pengalaman spiritual dan sosial yang baru.
Hal ini dirasakan langsung oleh Muhammad Ihsan Khafi, mahasantri baru dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiah. Pemuda asal Alabio tersebut mengaku sangat menikmati masa-masa awal pemondokannya.
“Rasanya seru banget! Karena kegiatan-kegiatannya ya amaliah, baca Al-Qur’an, qiro’atul kutub, membaca Ratib Haddad,” ujarnya menceritakan pengalamannya setelah tiga hari menetap di asrama.

Ihsan menuturkan bahwa rutinitas bermalam di asrama ini adalah hal yang benar-benar baru baginya. Meski sebelumnya pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, saat itu ia berstatus sebagai santri pulang-pergi dan tidak bermukim.
Niat Ihsan untuk masuk ke UIN Antasari memang sudah bulat sejak awal. Status kampus sebagai universitas Islam dengan akreditasi unggul menjadi daya tarik utamanya. Melalui program pemondokan ini, ia menyimpan harapan besar untuk pengembangan karakter pribadinya.
“Dengan ikut program Ma’had ini, semoga amaliah-amaliah yang dikerjakan di asrama bisa dilanjutkan jika sudah lulus,” ungkapnya.
Ihsan juga merasa bersyukur karena mendapatkan teman-teman asrama yang baik, serta fasilitas yang dirasa lumayan.
“Harapannya untuk UIN Antasari tambah jaya, dan terus mencetak generasi-generasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pentingnya Menikmati Proses
Antusiasme para mahasantri ini disambut baik oleh pihak pengelola. Kepala Ma’had Al-Jami’ah H. Muhammad Syamsudin Noor, M.A. dalam laporannya menyebutkan, bahwa pemondokan tahap pertama di Banjarmasin ini diikuti 411 peserta.
Meski sempat mengalami penundaan jadwal masuk akibat beberapa kendala teknis dan cuaca, ia bersyukur program ini akhirnya dapat berjalan.
Kepala Ma’had pun berpesan, agar para mahasantri dapat beradaptasi dan menikmati seluruh proses pemondokan.
“Nikmati, bergembira,” pesannya.

H. Syamsudin juga mengingatkan terkait kedisiplinan, karena status kelulusan dari program ini memiliki syarat yang ketat, dan dapat berdampak pada kelancaran program Kuliah Kerja Nyata hingga masa studi.
Acara pembukaan tersebut kemudian diresmikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Muhdi, M.Ag., yang mewakili Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd.
Dalam arahannya, Wakil Rektor menekankan esensi asrama sebagai wadah pembentukan karakter, di masa transisi mahasiswa dari usia remaja menuju dewasa.
“Kegiatan di asrama itu asupannya bukan saja persoalan wawasan, tapi juga transfer nilai-nilai, sehingga dibangun berdasarkan asas agama,” jelas Dr. Muhdi.

Dirinya mengimbau agar aturan dan rutinitas di asrama tidak dianggap sebagai beban, melainkan sebagai sebuah keperluan hidup.
“Sehingga selesai kegiatan asrama, Anda menjadi muslim dan muslimah yang semakin sadar akan keislamannya,” tutup Wakil Rektor di hadapan para mahasantri.
(Fur/Faj)






