
Kualitas Udara Membaik, UIN Antasari Bersiap Kembali Gelar Kuliah Luring di Kampus 2 Banjarbaru
BANJARMASIN – Setelah menerapkan sistem pembelajaran dalam jaringan akibat pekatnya kabut asap, Universitas Islam Negeri Antasari akhirnya kembali bersiap memberlakukan perkuliahan tatap muka di Kampus 2 Banjarbaru.
Keputusan terbaru ini ditetapkan melalui Surat Edaran Nomor 1928/Un.14/I.1/PP.00.9/09/2026 yang diterbitkan Selasa (22/09). Kebijakan pemulihan aktivitas akademik ini diambil, menyusul adanya perbaikan kualitas udara di wilayah Banjarbaru.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Muhdi, M.Ag. menjelaskan, bahwa keputusan kampus merujuk pada data pemantauan udara terkini.
“Informasi dari Stasiun Air Quality Monitoring System, bahwa kualitas udara di Kota Banjarbaru saat ini dalam status sedang/moderat. Berdasarkan informasi tersebut, maka pembelajaran di Kampus 2 dipandang memenuhi syarat untuk dilaksanakan secara offline, sebagaimana yang telah dilakukan di beberapa sekolah di Kota Banjarbaru,” jelasnya.
Peralihan kembali ke sistem pembelajaran luring di Kampus 2 ini, akan resmi dilaksanakan mulai Jumat, 25 September.
Sebelumnya, imbas dari kebakaran hutan dan lahan yang memburuk, pihak rektorat terpaksa memperpanjang masa kuliah daring di Kampus 2 hingga 24 September.
Langkah mitigasi tersebut diambil, karena sebelumnya, kualitas udara sempat menyentuh status sangat tidak sehat, dengan kabut asap di area kampus 2 pernah tebal dan berbau menyengat.
Selama masa darurat kabut asap itu, perkuliahan di Kampus 1 Banjarmasin tetap berjalan luring, namun dengan imbauan ketat penggunaan masker dan pelonggaran bagi warga kampus yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Di samping penyesuaian sistem kuliah, pihak universitas juga menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan mutu pendidikan.
(Fotografer: Bagian Umum/Dolly Roshendra)



