
Membangun Literasi Generasi Muda: “Hanya Perlu Satu Buku untuk Jatuh Cinta pada Membaca”
BANJARMASIN – Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Universitas Islam Negeri Antasari, sukses menyelenggarakan kegiatan Gerakan Cinta Buku Jilid I Tahun 2026, Selasa (22/9).
Mengusung tema “Semangat Iqra, Tumbuhkan Literasi, Cerahkan Masa Depan”, acara ini menghadirkan dua pegiat literasi yang juga Duta Baca Kabupaten Tanah Laut, yakni Muhammad Adam Buchori Muslim, S.Pd. dan Tiya Maulida, S.Pd.
Gerakan ini dibuka resmi Ketua Panitia Dr. Ahmad Syawqi, S.Ag., S.IPI., M.Pd.I. Dalam sambutannya, Dr. Syawqi mengajak mahasiswa untuk mengubah cara pandang terhadap buku, agar tidak menganggap membaca sebagai beban atau kewajiban yang melelahkan, melainkan menjadikan buku sebagai teman duduk terbaik.
“Ketika bingung, buku memberikan pengetahuan; ketika kehilangan arah, buku memberikan inspirasi,” ujarnya.
Ketua Panitia juga memotivasi para peserta agar membawa pulang perubahan nyata seusai mengikuti kegiatan ini.

Suasana Interaktif: Menguji Refleksi dan Daya Baca Mahasiswa
Suasana di ruang perpustakaan berlangsung sangat hidup dan komunikatif ketika narasumber pertama, Muhammad Adam Buchori Muslim, S.Pd. (Pak Abu), mengambil alih panggung. Untuk mencairkan suasana, dirinya langsung melontarkan interaksi dua arah dengan mengajak peserta melakukan eksperimen kecil.
Pak Abu meminta peserta mengacungkan tangan bagi yang berhasil menuntaskan membaca satu buku dalam dua minggu terakhir. Hanya sedikit peserta yang mengacungkan tangan.
Namun, ketika pertanyaan diubah menjadi siapa yang membaca pesan WhatsApp, caption Instagram, atau konten TikTok dalam sehari terakhir, hampir seluruh ruangan serentak mengacungkan tangan.
Aksi interaktif ini memancing gelak tawa sekaligus refleksif dari para mahasiswa. Narasumber menjelaskan, bahwa masyarakat sebenarnya rajin membaca, tetapi bahan bacaannya terbiasa singkat di media sosial.
Oleh karena itu, dirinya menekankan pentingnya melatih “daya baca”—kemampuan untuk bertahan pada satu fokus bacaan panjang, dan mengolahnya menjadi gagasan baru.
Untuk menambah antusiasme, Pak Abu juga membagikan tiga eksemplar novel karyanya, “Kesempatan Menuju Adan”, secara gratis kepada peserta yang aktif berinteraksi dan bertanya.
Kupas Tuntas Literasi sebagai Kunci Masa Depan
Narasumber kedua, Tiya, melanjutkan diskusi dengan mengajak mahasiswa menyamakan persepsi antara sekadar “membaca” dan “berliterasi”. Praktisi Read Aloud dan pendiri klub buku Palatar ini, menjelaskan konsep kompleksitas membaca melalui model Scarborough Reading Rope.
Dirinya menegaskan, bahwa kemampuan literasi bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir, melainkan keterampilan yang harus terus dilatih dan diasah sepanjang hidup.
Tiya membagikan sejumlah tip praktis bagi mahasiswa untuk membangun kebiasaan membaca:
“Selalu bawa satu buku atau e-reader di dalam tas. Ketika mulai terpengaruh untuk scrolling HP, secara sadar gantilah dengan membaca buku. Ubah stigmanya bahwa membaca itu juga bisa menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Selain itu, carilah teman membaca atau bergabunglah dengan komunitas buku,” ajaknya.
Tiya menutup paparannya dengan kutipan inspiratif dari Najwa Shihab: “Hanya perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu, mari jatuh cinta”.
Diskusi Dinamis dan Komitmen Berkelanjutan
Sesi tanya jawab menjadi puncak interaksi antara narasumber dan peserta. Banyak mahasiswa S-1 maupun S-2 yang antusias mengacungkan tangan untuk mengajukan pertanyaan, serta menyampaikan pandangan terkait tantangan literasi di era digital.

Kepala UPT Perpustakaan Dr. Moch Isra Hajiri, S.H.I., S.IPI., M.Hum. menyampaikan, bahwa kegiatan ini diikuti 100 peserta terdaftar melalui registrasi daring.
Dirinya menegaskan, bahwa Gerakan Cinta Buku merupakan agenda rutin tahunan untuk membentengi daya kritis mahasiswa agar tidak tergerus di era serba digital.
“Padahal membaca buku itu melatih daya kritis dan imajinasi kita yang perlu terus dipertahankan. Kebiasaan membaca itu harus terus dibiasakan dan dijadikan rutinitas,” pesan Dr. Isra.

Sebagai penutup, dirinya membocorkan, bahwa Perpustakaan UIN Antasari akan menggelar Gerakan Cinta Buku Jilid II pada 28 Oktober di Pascasarjana, menghadirkan pimpinan Pondok Pesantren Al Mursyidul Amin Gambut K.H. Muhammad Rasyid Ridha, serta Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A.
(Reporter/Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd.)



