
UIN Antasari Dukung Penuh Proyek “GARDA ARSIP KALSEL”, Wujudkan Kampus Berdampak
BANJARMASIN – Universitas Islam Negeri Antasari menerima kunjungan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan Sri Mawarni, S.Sos., M.Si. beserta rombongan, Jumat (4/9/2026). Bertempat di Ruang M. Asy’ari, lantai 2 Gedung Rektorat Kampus 1, pertemuan tersebut berlangsung hangat.
Kedatangan rombongan ini, bertujuan memohon dukungan institusional terkait Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang sedang dilaksanakan oleh Kadis.
Melalui surat resminya, proyek perubahan tersebut mengusung judul “GARDA ARSIP KALSEL: Gerakan Transformasi Penguatan dan Perlindungan Arsip Vital untuk Menjamin Keamanan dan Akses Layanan dalam Mendukung Tata Kelola Pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan”.
Rombongan disambut langsung oleh Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Muhdi, M.Ag., Kepala UPT Perpustakaan Dr. Moch. Isra Hajiri, S.H.I., S.IPI., M.Hum.
Turut hadir perwakilan dosen Prodi S-1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Laila Rahmawati, S.Ag., S.S., M.Hum., serta perwakilan mahasiswa dari Prodi S-1 IPII dan Manajemen Pendidikan Islam.
Suasana kekeluargaan membalut jalannya diskusi yang berfokus pada pentingnya sinergi dalam pengelolaan arsip. Sri pun menyampaikan apresiasi dan memohon masukan dari pihak kampus.
“Agar pelayanan arsip bisa berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebagai institusi pendidikan yang memegang teguh visi kampus yang unggul, berakhlak, dan berdampak bagi kemanusiaan dan lingkungan, Rektor memberikan dukungan penuh.
“Karena tujuannya tentu akan berdampak baik kepada masyarakat luas dan para pengguna layanan perpustakaan maupun kearsipan,” tegasnya.
Lebih lanjut Prof. Nida memaparkan, bahwa UIN Antasari juga telah melakukan langkah-langkah serius dalam tata kelola arsip, yang menunjukkan komitmen kampus dalam melestarikan informasi penting.
“Alhamdulillah kita memiliki tenaga arsiparis kurang lebih 25 orang. Kita meminta kepada mereka, agar semua dokumen penting didigitalisasikan, sehingga apabila dicari, naskah atau dokumen tersebut dipastikan ada dan aman,” paparnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membicarakan peluang kerja sama strategis ke depannya. Rektor secara proaktif menawarkan kolaborasi akademik, untuk menyosialisasikan pentingnya pengelolaan arsip vital.
“Kita ingin belajar bagaimana hasil produk dari aplikasi atau gerakan ini nantinya. Jika program ini sudah usai, kita bisa mengadakan workshop atau focus group discussion dan mengundang Ibu Sri Mawarni sebagai narasumber,” tambahnya.
Pertemuan yang sarat akan nilai sinergi ini, ditutup dengan penandatanganan surat dukungan secara langsung oleh Rektor yang disaksikan seluruh hadirin.
(Reporter/Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd.)



