BANJARMASIN – Kualitas udara yang kian memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan, memaksa Universitas Islam Negeri Antasari untuk kembali mengambil langkah tegas terkait aktivitas akademiknya.
BANJARMASIN — Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya, turut memengaruhi aktivitas akademik di Universitas Islam Negeri Antasari. Merespons situasi tersebut, jajaran pimpinan universitas mengeluarkan kebijakan penyesuaian sistem pembelajaran, khususnya untuk area Kampus 2 di Banjarbaru.


