
Melesat! UIN Antasari Kini Miliki 69 Asesor dan 18 Skema Sertifikasi Profesi untuk Lulusan Berkompeten
BANJARMASIN – Senin (21/9/2026) pagi, suasana di Halaman Gedung Pusat Sumber Belajar Kampus 1 Universitas Islam Negeri Antasari nampak ramai. Para pegawai di lingkungan rektorat telah berkumpul, sambil bercengkerama dan bersilaturahmi satu sama lain.
Sementara sinar mentari pagi terasa lembut beranjak dari pucuk gedung, bayangannya membentuk siluet yang membuat teduh. Suara kicauan burung yang beterbangan dari pucuk-pucuk dahan menghadirkan musikalisasi alam yang membuat harmoni yang begitu indah.
Suara lantang Pemimpin Apel Amar Abu Bakar, S.E. memecah suasana, menandai dimulainya apel. Bertindak sebagai Pembina Apel adalah Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. H. Muhdi, M.Ag.
Dalam arahannya yang gamblang dan jelas, Wakil Rektor menyampaikan sejumlah informasi penting terkait perkembangan akademik dan kelembagaan kampus. Terkait pelaksanaan perkuliahan, dirinya mengingatkan situasi di Kampus 2 Banjarbaru.
“Saat ini kita masih mengondisikan online sampai tanggal 24 September, dengan mempertimbangkan adanya kebakaran lahan,” ungkap Dr. Muhdi.
Dirinya juga menambahkan, bahwa setelah tanggal tersebut, perkuliahan tatap muka akan kembali digelar.
“Hal ini diperlukan, lebih-lebih mempertimbangkan pembelajaran yang memerlukan kegiatan praktikum yang sangat sulit dilakukan secara online,” terang Wakil Rektor.
Selain itu, dirinya juga mengapresiasi kesuksesan ajang Borneo International Academic Forum (BIAF) yang digelar 17 hingga 19 September kemarin.
Dr. Muhdi berharap kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi penguatan atmosfer akademik, serta memperluas jejaring kerja sama internasional kampus.
Pencapaian luar biasa juga datang dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kegiatan internalisasi pelatihan dan uji kompetensi calon asesor pada 14–19 September, membuahkan hasil yang membanggakan.
Dari 48 calon asesor, 45 di antaranya direkomendasikan kompeten. Dengan tambahan 24 asesor dari tahun 2025, UIN Antasari kini memiliki total 69 asesor.
Peningkatan jumlah asesor ini sejalan dengan melesatnya skema sertifikasi yang dimiliki, dari yang awalnya hanya 3, kini telah berkembang menjadi 18, meliputi:
- Skema sertifikasi okupasi pembuatan konten virtual;
- Skema pengolahan zakat;
- Skema rekayasa internet of things;
- Skema jenior web programmer;
- Skema klaster pengembangan karakter Soft skill;
- Skema pemberdayaan masyarakat;
- Skema pelaksanaan penyediaan informasi akuntansi keuangan;
- Skema kualifikasi 5 bidang data analitik;
- Skema pemberdayaan masyarakat adat;
- Skema kewirausahaan industri;
- Skema pustakawan ahli pertama;
- Skema pengolahan arsip;
- Skema eksklusif administratif staff;
- Skema perancang strategi dan pengolahan pembelajaran;
- Skema analisis jasa pengujian laboratorium;
- Skema perilaku-pelaku jasa keuangan edukasi dan perlindungan konsumen;
- Skema administrasi; dan
- Skema penerjemahan teks umum.
Wakil Rektor menegaskan pentingnya kehadiran LSP bagi lulusan.
“Seiring dengan perkembangan ini, dengan keperluan seluruh mahasiswa ketika wisuda, agar ijazah yang mereka terima juga didampingi dengan sertifikat LSP,” ungkapnya.
Dr. Muhdi juga melontarkan wacana agar LSP ke depannya dapat menjadi sebuah unit mandiri yang semakin kuat kelembagaannya.
(Reporter/Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd.)



