BANJARMASIN – Menjadi bukti nyata perwujudan visi sebagai kampus unggul, berakhlak, dan berdampak bagi masyarakat serta lingkungan, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Antasari melaksanakan Pendampingan Akreditasi Program Studi.
BANJARMASIN – Bagian Umum Rektorat Universitas Islam Negeri Antasari kembali menyelenggarakan Apel Pagi, Senin (28/9/2026), di Halaman Gedung Pusat Sumber Belajar Kampus 1.
Pernahkah kita membuka media sosial tanpa berniat membeli apa pun, tetapi beberapa menit kemudian justru tertarik pada suatu produk? Awalnya hanya melihatnya sekilas di beranda. Tidak lama kemudian, produk serupa muncul lagi. Seorang influencer menggunakannya, teman membicarakannya, ulasan positif bermunculan, lalu iklannya kembali hadir di layar kita. Barang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan perlahan terasa menarik. Dari ketertarikan muncul keinginan, dan dari keinginan kemudian timbul perasaan bahwa barang tersebut memang kita perlukan.
BANJARMASIN – Suasana berbeda dan penuh semangat kolaborasi, tampak menghiasi Ruang Rapat Asy’ari, lantai 2 gedung rektorat Kampus 1 Universitas Islam Negeri Antasari, Kamis (24/9).
TANAH LAUT – Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pesantren, di tengah semakin kuatnya pengakuan negara terhadap pendidikan pesantren dan tuntutan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan.
Penjaminan mutu tidak cukup berhenti pada pemenuhan standar atau kesiapan menghadapi asesmen, tetapi perlu tumbuh menjadi sistem yang dijalankan secara konsisten dan menjadi budaya dalam pengelolaan pesantren.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Program Studi S-1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen dan Mahasiswa.
Kegiatan ini bertemakan “Penguatan SPMI pada Pondok Pesantren Diniyah Formal Darussalim Bati-Bati”, Kamis (24/9/2026), di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.
Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas pengelola pesantren dalam memahami dan mengembangkan SPMI, sebagai instrumen peningkatan mutu berkelanjutan.
Pihak Prodi menegaskan, bahwa SPMI tidak hanya dipandang sebagai seperangkat dokumen atau pemenuhan kebutuhan asesmen, tetapi juga sebagai proses internal yang membantu pesantren menentukan arah, mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan, serta melakukan perbaikan dan peningkatan mutu secara terus-menerus.
Acara ini diikuti oleh Ketua Yayasan, pimpinan pondok, para kepala satuan pendidikan mulai dari MI, MTs/wustha, hingga MA/ulya, serta dewan guru.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok, Guru Jamil Hasyim, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim UIN Antasari. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi tambahan pengetahuan yang penting bagi pesantren, dalam menyempurnakan sistem penjaminan mutu yang telah berjalan.
Guru Jamil menjelaskan, bahwa pihaknya telah memiliki perangkat penjaminan mutu pada satuan pendidikannya. Pesantren juga telah memahami regulasi terkait penjaminan mutu pesantren, mengenal peran Majelis Masyayikh dan Dewan Masyayikh, serta memiliki tim khusus yang menangani penjaminan mutu.
Namun, implementasi SPMI masih terus dalam proses penyempurnaan. Karena itu, penguatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan dengan perguruan tinggi dinilainya penting, agar sistem mutu yang telah dibangun dapat dijalankan semakin terarah, konsisten, dan berkelanjutan.
“SPMI sangat penting untuk menentukan mau ke mana pondok ini, apa tujuannya, dan ke mana akan dibawa,” ungkap Guru Jamil.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akadmeik dan Kelembagaan Dr. H. Ahmad Salabi, M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada pihak Pondok atas penerimaan dan kerja sama yang terjalin.
Dirinya menekankan, bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak semata menjadi ruang transfer pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan kebutuhan nyata lembaga pendidikan.
“Kegiatan ini menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan bersinergi dalam penguatan SPMI pendidikan pesantren,” ujarnya.
Penguatan materi disampaikan oleh Dosen UIN Antasari Dr. Hj. Halimatussa’diyah, M.Pd., melalui topik Kebijakan dan Arah Penjaminan Mutu Pesantren.
Materi tersebut memberikan gambaran mengenai arah pengembangan penjaminan mutu serta pentingnya membangun komitmen kelembagaan, dalam memastikan mutu pendidikan pesantren terus berkembang.
Sementara itu, narasumber kedua yang juga Dosen S-1 MPI, Drs. H. Muhammad Yuseran, M.Pd., membahas Penguatan SPMI Pesantren melalui Siklus Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengembangan.
Melalui tahapan tersebut, pesantren didorong menjadikan penjaminan mutu sebagai siklus kerja yang terus bergerak, bukan aktivitas yang hanya dilakukan ketika menghadapi asesmen.
(Penulis/Fotografer: Tim PkM S-1 MPI)
BANJARMASIN – Sebagai bukti nyata komitmen perguruan tinggi untuk semakin berdampak bagi kemaslahatan masyarakat dan lingkungan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Antasari sukses menyelenggarakan lokakarya peningkatan kapasitas peneliti.
BALANGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Kelompok Desa Simpang Bumbuan Kecamatan Tebing Tinggi, bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, melaksanakan program pelestarian lingkungan dengan membagikan 1.500 bibit tanaman cabai dan terong kepada masyarakat, Selasa (22/9/2026) sore.
BANJARMASIN – Setelah menerapkan sistem pembelajaran dalam jaringan akibat pekatnya kabut asap, Universitas Islam Negeri Antasari akhirnya kembali bersiap memberlakukan perkuliahan tatap muka di Kampus 2 Banjarbaru.
BANJARMASIN – Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Universitas Islam Negeri Antasari, sukses menyelenggarakan kegiatan Gerakan Cinta Buku Jilid I Tahun 2026, Selasa (22/9).
BANJARMASIN – Para calon lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari kini akan memiliki nilai tawar lebih tinggi di dunia kerja. Pasalnya, pihak kampus menargetkan ijazah mahasiswa akan didampingi oleh sertifikat keahlian, seiring dengan melesatnya kapasitas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang kini diperkuat oleh 69 asesor dan 18 skema sertifikasi di berbagai bidang.










