
Siapkan Mahasiswa Z yang Bijak dan Berdaya, Kuliah Umum Pusjibang-PI FTK di Kampus 2 Kupas Tuntas Etika Digital
BANJARBARU – Setelah sukses melaksanakan kuliahumum di kampus 1, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Islam (Pusjibang-PI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, kembali menyelenggarakan acara serupa.
Kegiatan dalam rangka pembukaan kuliah tingkat fakultas tahun akademik 2026/2027 ini, diperuntukkan bagi mahasiswa yang berada di kampus 2, dan dilangsungkan di Gedung Serbaguna, Banjarbaru, Kamis (8/10/2026).
Acara ini mengangkat tema kekinian yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini, yakni “Etika Digital di Era Post-Truth: Menjadi Mahasiswa Z yang Bijak, Berdaya, dan Berintegritas”.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. H. Ahmad Salabi, S.Ag., M.Pd. melaporkan, bahwa kegiatan ini diikuti mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi, yaitu Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, serta Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.
“Mudah-mudahan perkuliahan kita di semester ini bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Wakil Dekan juga menekankan pentingnya esensi acara ini bagi mahasiswa.
“Ini akan memberi wawasan bagi Anda, bagaimana Anda menghadapi perubahan di masa sekarang yang memang harus kita hadapi,” tambahnya.
Studium Generale ini kemudian dibuka resmi Dekan Dr. H. Hamdan, M.Pd. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan rasa syukur, karena kegiatan rutin ini bisa terselenggara dan dihadiri oleh mahasiswa dari 6 prodi di Kampus 2.
“Tema yang sangat sesuai untuk generasi saat ini. Kita harus bisa menyaring informasi yang ada di sekeliling kita, harus disikapi dengan keimanan, jangan mudah men-share informasi yang belum pasti kebenarannya, harus dicerna dengan baik, tidak semua informasi itu benar, harus didasari dengan pengetahuan dan kejujuran ilmiah. Harus berdasarkan fakta, realita, dan empiris,” pesannya.

Dr. Hamdan juga memberikan motivasi terkait identitas kampus.
“Apalagi kita sebagai mahasiswa UIN Antasari, yang mempunyai visi unggul dalam keilmuan, berakhlak dalam kepribadian, dan berdampak bagi kemanusiaan serta lingkungan,” tekannya.

Para hadirin kemudian disuguhkan dengan penampilan tarian apik yang dibawakan mahasiswi PIAUD. Selanjutnya, Sesi materi yang dipandu oleh moderator Dr. Moh. Iqbal Asy-Syauqi, M.Pd. pun berlangsung sangat menarik dan interaktif.

Memasuki acara puncak, hadir narasumber ahli, Dr. Mastur, M.Pd., yang merupakan dosen Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Dalam paparannya, pemateri menegaskan, bahwa literasi digital adalah pilar utama bagi reputasi dan kemajuan akademisi di tengah pesatnya transformasi kecerdasan buatan (AI).
“Literasi bukan sekedar membaca dan menulis, melainkan kemampuan memahami, menganalisis, dan menciptakan konten digital,” paparnya.
Dr. Mastur menjelaskan lebih lanjut, bahwa literasi digital melampaui sekadar kemampuan operasional perangkat, melainkan sebuah gabungan dari keterampilan kognitif, teknis, dan sosial.
Guna mengevaluasi kredibilitas informasi dan menangkal hoaks, dirinya membagikan sejumlah langkah strategis. Langkah-langkah tersebut mencakup pemeriksaan otoritas penulis dan afiliasi dengan memverifikasi rekam jejak akademik serta reputasi lembaga penerbit
Kemudian memeriksa kebaruan dan aktualitas data dari tanggal publikasi serta referensi pustaka terakhir, hingga melakukan verifikasi silang dengan cara membandingkan rujukan utama dengan tiga sumber independen.
Reporter/Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd.
Videografer: Rudy Hr., S.A.P.







