
Hadapi Audit ISO 2026, LPM UIN Antasari Mantapkan Persiapan Dokumen dan Sinergi Antar-Unit
BANJARMASIN – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Antasari, melaksanakan rapat persiapan pelaksanaan Sertifikasi ISO Tahun 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida, dengan luring berlangsung di Aula Zafry Zamzam, lantai 3 gedung rektorat kampus 1, Rabu (9/9). Rapat ini mengumpulkan seluruh pimpinan unit kerja, penanggung jawab program (PIC), operator data, hingga perwakilan Gugus Penjaminan Mutu masing-masing program studi.
Ketua LPM Dr. Ridha Darmawaty, M.Pd. dalam arahannya, menekankan pentingnya sinergi semua pihak terkait. Dirinya menggarisbawahi bahwa pemenuhan dokumen akreditasi bukan sekadar tugas teknis operator, melainkan tanggung jawab bersama unit kerja.
Sertifikasi ISO diprioritaskan pada tahun ini, karena sertifikat berstandar internasional tersebut menjadi syarat wajib sebelum universitas melangkah ke akreditasi tingkat internasional.
Dr. Ridha menyebutkan, bahwa audit sertifikasi ISO tahap 1 akan dilaksanakan secara daring pada 5 dan 6 Oktober. Proses ini akan melibatkan lembaga sertifikasi dari Indonesia dan Amerika Serikat.
“Masa pemenuhan kelengkapan dokumen oleh setiap unit kerja dijadwalkan berlangsung sejak 9 hingga 28 September,” urainya.
Puncak peninjauan lapangan atau audit tahap 2, direncanakan berlangsung secara langsung pada 26 hingga 28 Oktober.
Untuk mengatasi kendala kelengkapan dokumen yang sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya, LPM kini telah menyediakan tautan pangkalan data yang dilengkapi dengan format acuan.
Koordinator Pusat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Mutu Akademik, Ita, M.Pd. menjelaskan, bahwa fasilitas format acuan ini dibuat untuk menjawab keluhan unit kerja yang kebingungan menyusun dokumen.
“Ini sudah disajikan, jadi Bapak/Ibu bisa melihat di kolom templat,” paparnya, saat memandu sesi manajemen data pendukung kelengkapan ISO.

Ita juga mengingatkan para PIC dan operator, agar memperhatikan format serta kerapian pengarsipan digital. Dirinya meminta agar dokumen yang diunggah tidak terpecah-pecah, digabung dalam satu format PDF, dinamai sesuai pedoman, dan harus sudah disahkan agar memiliki legalitas formal yang diakui oleh auditor.
Melalui persiapan yang terstruktur dan kolaborasi antar-unit ini, LPM optimistis proses sertifikasi ISO dapat berjalan lancar dan mencapai hasil yang diharapkan, untuk peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
(Reporter/Fotografer: Jamal Ripani, M.Pd.)








