
Tak Lagi Takut Tergelincir, Warga Dusun Kundan Kini Aman ke Masjid Berkat Mahasiswa KKN UIN Antasari
HULU SUNGAI TENGAH – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, bersama masyarakat Dusun Kundan Desa Haruyan Dayak 2, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, bergotong royong membuat pegangan pada tangga menuju masjid, Jumat (25/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap fasilitas yang digunakan masyarakat, sekaligus upaya menciptakan akses yang lebih aman dan nyaman bagi warga.
Aksi ini dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas, yang terletak sangat strategis di tengah permukiman warga. Berdasarkan pengamatan awal, masyarakat mencurahkan keluh kesah dan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut.
Beberapa warga menyebutkan, bahwa kondisi tanah yang curam dan banyaknya anak tangga yang harus dilewati ketika menuju ke masjid, membuat beberapa warga kerap diliputi keresahan, terlebih jika tidak memiliki pegangan.
Keberadaan pegangan ini diharapkan pihak mahasiswa, dapat membantu masyarakat menjaga keseimbangan saat menaiki maupun menuruni tangga, sekaligus mengurangi risiko terpeleset atau terjatuh.
Dalam suasana gotong royong, setiap pihak turut mengambil bagian, terutama pengelola masjid dan warga muslim setempat, dalam proses pembuatan dan pemasangan pegangan tangga yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Lebih dari sekadar pengerjaan fasilitas, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa KKN untuk berinteraksi dan bekerja sama secara langsung dengan masyarakat.
“Semangat kebersamaan yang terbangun selama proses pengerjaan menunjukkan, bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kerja sama dan partisipasi masyarakat,” ungkap pihak mahasiswa.
Kepedulian mahasiswa ini pun mendapat respons yang baik dari masyarakat. Fasilitas tersebut dinilai bermanfaat bagi warga, khususnya dalam memudahkan akses menuju masjid.
Ketua RT 1 Samidri, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, keberadaan pegangan tangga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak beribadah ke masjid.
“Adanya pegangan tangga dapat memudahkan akses menuju masjid yang sebelumnya cukup rawan tergelincir, karena belum memiliki pegangan yang memadai,” ujarnya.
Hal senada disampaikan salah seorang warga yang sehari-hari menggunakan akses tersebut. Ia mengungkapkan, bahwa rencana pembuatan pegangan tangga sebenarnya sudah ada sebelumnya, tetapi belum terlaksana karena belum ada pihak yang memulainya.
“Akses menuju masjid ada dua. Kebanyakan warga memilih akses kedua karena sudah memiliki pegangan dan jumlah tangganya lebih sedikit. Dengan adanya pegangan di akses utama ini, kami berharap warga dapat lebih mudah dan nyaman menuju masjid tanpa merasa khawatir saat melewati tangga,” ungkapnya.
Kepala Masjid Al-Ikhlas, Rahmadi, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Baginya, manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi fasilitas.
“Proses pembuatannya juga menjadi momentum untuk mempererat gotong royong dan silaturahmi antarwarga,” tuturnya.
Dari sisi mahasiswa, Nawawi, menyebut pembuatan pegangan tangga sebagai kontribusi sederhana yang berangkat dari kebutuhan nyata di lingkungan sekitar.
“Selain bermanfaat untuk menunjang aktivitas peribadatan warga, pembuatan pegangan tangga ini juga membuat akses menuju masjid terlihat lebih rapi dan tertata. Kami berharap fasilitas sederhana ini dapat terus dijaga dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Penulis/Fotografer: Kelompok KKN Tematik Tahap 1 Dusun Kundan 2026
Penyunting: Pusat Humas dan Keterbukaan Informasi



