
Dorong Generasi Peduli Lingkungan, UIN Antasari dan Komisi VIII DPR RI Gelar Seminar “Green School” di Sungai Tabuk
BANJAR – Dalam upaya menciptakan sistem pendidikan yang berwawasan pelestarian alam, Kementerian Agama bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, menyelenggarakan Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Islam.
Acara yang mengusung tema “Green School untuk Masa Depan: Membangun Generasi Peduli Lingkungan” ini dilangsungkan di Kantor Camat Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (29/09/2026).
Kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi, terbukti dengan ruang tempat acara yang terisi penuh oleh para peserta. Seminar ini turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas Camat Sungai Tabuk H. Ainul Kamal Khairani, S.A.P., Dekan FTK Dr. H. Hamdan, M.Pd., serta perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar.
Anggota Komisi VIII H. Sandi Fitrian Noor, S.T., M.M., yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi, menekankan bahwa konsep Green School atau madrasah hijau memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem pendidikan.
“Penerapan Green School bukan sekadar penanaman pohon di madrasah, melainkan membangun sistem pendidikan,” tegasnya dalam sambutan.

Sandi memaparkan tiga poin utama dalam implementasi sistem tersebut. Yang pertama, mengintegrasikan nilai ekologi dalam pendidikan dan pembiasaan para siswa.
“Mulai dari pengelolaan sampah, efisiensi energi, hingga menjaga kebersihan sanitasi,” ungkapnya.
Kedua, konsep ini bertujuan membentuk karakter santri dan siswa agar peka terhadap isu lingkungan, sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas beragama, tetapi juga berwawasan lingkungan.
Ketiga, program ini diharapkan Sandi, dapat mendorong madrasah dan pesantren untuk menjadi teladan atau kekuatan penuh dalam menjaga kepentingan pendidikan sekaligus kelestarian alam.
Senada, Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. menjelaskan, bahwa esensi dari konsep sekolah hijau adalah tentang menciptakan kenyamanan di lingkungan belajar.
“Intinya adalah bagaimana kita ingin menciptakan kenyamanan sekolah dengan konsep Green School,” ungkapnya.

Rektor menekankan, bahwa lingkungan yang hijau, indah, nyaman, asri, dan aman, akan menciptakan kesehatan serta memacu motivasi anak didik untuk belajar.
Lebih lanjut, dirinya juga menyoroti pentingnya implementasi konsep eko-teologi dalam operasional sekolah sehari-hari. Prof. Nida pun mengimbau pentingnya penghematan energi seperti listrik dan air, menjaga sanitasi, serta memastikan ketersediaan fasilitas kebersihan seperti tempat cuci tangan dan tempat sampah yang memadai.
Selain itu, pihak sekolah juga didorong untuk memanfaatkan lahan yang ada guna membuat apotek hidup, misalnya dengan menanam tanaman serai dan laos.
Acara seminar ini diharapkan pihak panitia, dapat menghasilkan langkah konkret dan sinergi antara para praktisi pendidikan dengan masyarakat untuk mengembangkan lingkungan belajar yang sehat.
Penulis/Fotografer: Ruhida, S.Pd.
Penyunting: Pusat Humas dan Keterbukaan Informasi




