
Menilik Khazanah Ulama Nusantara: Usai BIAF 2026, Akademisi UNISSA Brunei Terpukau Koleksi Banjar Corner UIN Antasari
BANJARMASIN — Deretan etalase kaca yang menaungi salinan manuskrip kuno dan kitab-kitab sejarah, menyambut kedatangan akademisi serumpun di Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Kampus 1 Universitas Islam Negeri Antasari.
Di ruangan pelestari intelektual tersebut, Penolong Kanan Profesor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, Dr. Haji Hambali bin Haji Jaili, menelusuri langsung jejak literasi ulama terdahulu.
Kunjungan istimewa pada Jumat siang (18/09/2026) ini, ditujukan secara khusus untuk mengeksplorasi koleksi di Melayu Corner dan Banjar Corner.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kehadiran pakar yang juga menjabat sebagai Pemangku Penolong Rektor (Penyelidikan dan Antarabangsa) UNISSA tersebut di Kalimantan Selatan, seusai berpartisipasi dan mengisi materi pada sesi pleno Borneo International Academic Forum (BIAF) 2026 di hari sebelumnya.
Dalam lawatannya ke perpustakaan, ahli di bidang Pendidikan Bahasa Arab dan Kepimpinan tersebut didampingi langsung oleh Rektor Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., serta Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. H. Mujiburrahman, yang juga salah satu figur pendiri Melayu Corner dan Banjar Corner.
Turut hadir mendampingi adalah Kepala UPT Perpustakaan Dr. Moch. Isra Hajiri, S.H.I., S.IPI., M.Hum., dan pengelola Banjar Corner dan Melayu Corner, Raidah Hasanah, M.Pd.I.
Melayu Corner dan Banjar Corner memiliki keunggulan yang menjadikannya rujukan penting dalam dunia pendidikan Islam. Fasilitas ini menyimpan ragam koleksi eksklusif karya ulama-ulama Melayu dan Banjar, buku hasil penelitian budaya lokal, hingga salinan manuskrip tulisan tangan asli karya ulama besar Nusantara seperti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Selain melestarikan kekayaan turas (warisan keilmuan) di Tanah Banjar, inovasi lemari-lemari kacanya memungkinkan mahasiswa maupun akademisi untuk meneliti dan membaca kitab kuno—seperti kitab tafsir berbahasa Arab Melayu—secara langsung, tanpa khawatir merusak naskah aslinya.
Di sela kunjungannya mengamati manuskrip tersebut, Dr. Haji Hambali menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya.
“Alhamdulillah, saya sangat merasa berbesar hati untuk bisa berkunjung ke Melayu Corner dan juga Banjar Corner ini,” ungkapnya.
Dr. Hambali memandang tingginya potensi kolaborasi yang bisa digali dari kedua fasilitas tersebut.
“Banyak informasi dan manuskrip yang bisa dipelajari bersama, khususnya kerja sama di bidang penelitian, dan juga bisa untuk membukakan peluang dibukakan-nya Brunei Corner di perpustakaan UIN Antasari,” jelas akademisi yang telah menelurkan banyak riset dan memimpin berbagai program pertukaran internasional tersebut.
Dr. Hambali pun berharap rencana inisiatif pendirian Brunei Corner ini dapat segera direalisasikan.
“InsyaAllah, mudah-mudahan akan kita bisa hasilkan dan kita bisa merealisasikan hasrat kita untuk mewujudkan Brunei Corner di perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin,” tekannya penuh harap.
Menyambut baik rencana tersebut, Rektor menegaskan komitmen institusinya dalam membangun ekosistem akademik antarnegara.
“Alhamdulillah hari ini kami kedatangan Pak Doktor Haji Hambali dari UNISSA Brunei, yang sangat tertarik dengan koleksi-koleksi UIN Antasari, banyak naskah-naskah ulama Nusantara ada di tempat kita,” katanya.
Prof. Nida menjelaskan, bahwa momen istimewa ini merupakan bagian dari implementasi ikatan formal antar-kedua institusi.
“Kami sudah ada MoU, tindak lanjut berikutnya akan saling berbagi, saling mengadakan exchange program, termasuk memberikan naskah-naskah kami,” ujarnya.
Lebih jauh, Rektor memaparkan visi pertukaran ilmu yang tidak sekadar berfokus pada sumber daya manusia, melainkan juga literatur.
“InsyaAllah Brunei Corner akan ada di UIN Antasari, Banjar Corner juga akan ada di UNISSA, dan ini tentu tidak hanya exchange program student maupun dosen, tetapi juga ada pertukaran naskah-naskah klasik, karya ulama-ulama besar,” paparnya.
Naskah-naskah monumental tersebut diharapkan Prof. Nida menjadi fondasi bagi riset masa depan.
“Kita sangat banyak sekali mendapat peninggalan-peninggalan dari ulama besar, sebagai bahan renungan yang bisa kita ambil untuk pelajaran generasi muda berikutnya,” pungkas Rektor.
(Fur/Faj)






