
Pererat Jejaring Internasional, UIN Antasari dan UNISSA Brunei Siap Jalin Kerja Sama Riset
BANJARMASIN — Hari kedua perhelatan akademik Borneo International Academic Forum (BIAF) 2026, menjadi momentum penting bagi penguatan kerja sama pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara.
Pada Jumat (18/09), Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Antasari Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A., menerima kunjungan silaturahmi dari akademisi asal Brunei Darussalam, Dr. Haji Hambali bin Haji Jaili, di Ruang Kerja Direktur, Kampus 1.
Dr. Hambali merupakan Penolong Kanan Profesor, yang saat ini mengemban amanah sebagai Pemangku Penolong Rektor (Penyelidikan dan Antarabangsa) di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA).
Kehadirannya di Banjarmasin difasilitasi oleh UIN Antasari, yang telah menjadi salah satu narasumber utama pada sesi pleno BIAF 2026 hari pertama, Kamis (17/09).
Usai bertemu dengan Prof. Mujib, Dr. Hambali mengungkapkan rasa syukurnya sudah dapat berjumpa langsung.
“Alhamdulillah, ini adalah momen silaturahmi yang saya tunggu-tunggu. Saya menganggap beliau sebagai abang dan juga sahabat saya dari berbagai pertemuan sebelumnya,” ungkapnya.
Terkait pengembangan institusi, Dr. Hambali memastikan, bahwa UNISSA dan UIN Antasari siap mengeksekusi beberapa program kolaborasi.
“Kita sudah berdiskusi untuk mengadakan kerja sama, tentu saja tidak hanya sekadar pertukaran dosen untuk mata kuliah tertentu, tetapi juga di bidang penelitian. Insyaallah perbincangan ini akan kita lanjutkan agar bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Pernyataan senada turut disampaikan Prof. Mujib, setelah mendampingi Dr. Hambali.
“Alhamdulillah, kita akan memperluas kerja sama yang sudah ada, nanti akan ada pertukaran dosen serta penelitian dan publikasi bersama,” jelasnya.
Prof. Mujib juga menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan BIAF di masa mendatang.
“Harapan kami, nanti BIAF bisa turut melibatkan Universiti Malaysia Sarawak dan UNISSA. Jadi benar-benar bertaraf internasional secara institusional atau kelembagaan,” terang salah satu pendiri forum internasional tersebut.
Dalam kesempatan silaturahmi yang hangat ini, Prof. Mujib juga memberikan kenang-kenangan khusus berupa buku-buku hasil karyanya.
Dedikasi Prof. Mujib dalam memajukan dunia pendidikan tidak hanya diakui di lingkup lokal, namun juga di kancah global. Dirinya tercatat pernah menjabat sebagai Presiden Asian Islamic Universities Association (AIUA) untuk periode 2022–2024.
Lewat organisasi tersebut, Prof. Mujib secara konsisten mendorong upaya peningkatan mutu dan penggalakkan kolaborasi antar-perguruan tinggi Islam di kawasan Asia. Di AIUA inilah, Dr. Hambali dan pakar dari berbagai negara sering bertemu dengan Prof. Mujib.
(Fur/Faj)



